Masih Mabok

Lama juga saya ga ngeblog. Iya, ini karena mabok-maboknya masih 😦 walopun udah jauh berkurang sih tingkat mual-mual dan muntah2nya. Sekarang yang saya rasain cuma cepet capek dan pegel. Pilih2 makan, masih. Serba eneg tapi terus dipaksain. Yang ga ada bosennya buat dimakan paling telur dadar. Itu pun tanpa dikasih macem2, cuma garam. Udah bisa liat matahari juga :p

Makanya saya mulai ngantor sesekali. Rasanya plong bisa ngeliat dunia luar. Dunia di luar kamar dan pintu rumah. Lumayan seger. Tapi tetep ga kuat berlama-lama. Tiap beberapa saat, saya harus tiduran karena panggul, pinggang, betis, kaki, beuh…rasanya kayak abis dipukulin. Yang masalah kalo ngantor. Mau tiduran dimana coba? Sebenernya ga tahan banget kalo harus duduk lama-lama, belum lagi naik turun tangga karena saya pilih2 toilet bersih, tapi ga enak juga kalo ga ngantor lama-lama. Ini aja hampir dua bulan penuh saya ga ngantor.

Trus hal lain yang saya amati selama hamil…saya bilang sama suami, kayaknya saya kualat deh sama mas. Kenapa? Karena saya yang jagoan makan sambel dan cabe seberapa pedesnya pun, kini sama sekali ga bisa. Jangankan sebiji cabe, saos fastfood pun saya udah ga bisa makan. Padahal, dulu saya selalu ngetawain mas kalo dikit2 dia ngeluh pedes padahal buat saya ga ada apa2nya. Trus, skarang saya doyan kerupuk pas makan. Padahal, dulu suka ngetawain mas atau (maaf) orang Jawa pada umumnya yang suka makan nasi pake kerupuk. Trus, skarang saya doyan kecap. Padahal selama ini saya eneg banget kalo liat mas makan dengan fullll kecap.

Apalagi ya? Oh iya, saya juga ga bisa banget yang kecut2. Padahal dulu, namanya mangga, wajib kecut. Makan apapun, pake jeruk nipis sampe kuahnya terasa asem banget. Trus sekarang apa2 bikin eneg. Saya paliiiiing ga tahan sama bau penggorengan dan bau kulkas. Trus beberapa makanan juga eneg. Bawang putih, brokoli, kentang, wortel, ayam, dan semua bumbu2an. Liat iklan bumbu instan campuran bawang putih, bawang merah, lada dan segala macem itu aja bisa bikin saya hoek-hoek. Haduh, makan apa dong? Ya, daripada sakit dan dede bayinya juga kekurangan asupan makanan, akhirnya dipaksain banget makannya.

Nah, soal kestabilan emosi, sepertinya saya cenderung jadi suka sedih 😦 Dikit2 pengen nangis. Harusnya ga boleh kan ya? tapi gimana ya? Saya menduga, itu akibat kesepian. Pengen banget banyak orang di sekeliling saya dan kita bisa tertawa2 asik. Enggg….gimana caranya? Nelponin orang2 teetep beda rasanya. Lagian, orang2 yang mau ditelponin kan juga sibuk dengan kerjaan masing-masing. Pengen dihibur niiiiiiiihhhhhh :(( Hibur akuuuuuuuu :))

Iklan

Kado Pernikahan #16

Kekasih, semesta ini cermin pernikahan abadi…

Kau lihat mentari yang terus bersinar itu
Ia pemurah
Berbagi cahaya yang membebaskan dari gelap, tanpa pernah berhitung

Kau lihat samudera maha luas itu
Ia pemaaf
Menerima segala limpahan yang penuh cemar maupun yang bening

Kau lihat bumi yang kita pijak itu
Ia penyabar
Menerima maki, cerca, dan pijak segala mahluk dalam diam

Kau rasakan angin yang tak henti bertiup itu
Ia memberi arah
Mengajarkan untuk mengikuti sang imam agar tak tersesat

Kau lihat air yang terus mengalir itu
Ia setia,
Seperti cinta kasih dan kesetiaan Bilqis pada Sulaiman

***
Yati-Suryo
Akad Nikah: Al Markaz Al Islami Makassar, 20-11-2011

semesta

Barusan, semesta bekerja sama dengan baik, menunjukkan semua yang kumau setelah berlangsung sepotong percakapan kemarin sore di twitter. Mungkin ini buah dari rasa yang bergolak sejak obrolan kemarin itu, yang tak bisa kunamai hingga terpejam semalam. Rasa gembira yang bercampur sedih, kuatir, gelisah, surprise, dan sebagainya. Orang lain mungkin akan menamainya ‘galau’, kata2 yang muncul belakangan seolah baru. Tapi ini bukan galau. Ini olahan semesta yang lalu memberiku jawabnya ketika mataku kembali terbuka menjelang siang.

Adalah seorang kawan lama, yang berkali2 coba saya kontak tapi tak berjawab. Euforia yang muncul belakangan, –yang mungkin juga bentuk dukungan semesta, yang tak punya kata ‘kebetulan’– akhirnya mempertemukan kami di ruang maya. Makan waktu berhari2 juga prosesnya sebelum terujud sepotong obrolan itu.

Demikianlah, janji bertemu sudah tercapai. Gelisah berikutnya, saya bimbang ingin mengajak ‘dia si matahariku’ atau tidak. Di satu sisi saya ingin mengenalkannya pada kawan lama, satu sisi saya ingin menghadapi ini sendiri dulu. Tapi dorongan ingin mengajaknya lebih kuat, juga lebih lemah, ketika si kawan bilang akan mengajak kawan lain. Semesta belum menjawab kebimbangan itu. Atau sudah tapi saya belum menangkap maksudnya.

Dan pagi ini, tiba2 lagi saya merindukan kawan lama yang lain. Kususuri jejak mayanya, dan saya menemukan cerita lain yang pernah sepintas terbaca dan melekat erat di kepala. Melekat, dalam sekali. Tentang seorang kawan, yang berjanji, ia takkan mencatat sejarah bahwa ia pernah meninggalkan kawannya.

Tak hanya google, semesta pun ikut mencatat janji itu dan mengingatkanku pagi ini sebelum pertemuan itu.

Blogger Gila Ngumpul di Balikpapan

Cihuy, blogshops Balikpapan sukses! Walopun cuma diikuti 30 peserta, tapi mereka fokussss banget. Saking fokusnya, sebagian tetep bertahan saat “diusir2″ buat makan siang, untuk menyelesaikan tugas dari Fany (trainer dari dagdigdug yang gagal jadi model ini sempat tampil di koran Tribun Kaltim dua hari berturut-turut lho…hihihi) yang membimbing mereka membuat blog.

sehabis blogshopsehabis blogshop

Semangatnya tinggi. Padahal boleh dibilang, usia rata-rata peserta ini bukan anak muda lagi, melainkan bapak-bapak dan ibu guru. Simak komentar Ibu Rachel, peserta paling ’senior’ karena usianya sudah 56 tahun, tentang acara ini. “Saya termotivasi ikut blogshop karena murid-murid saya banyak yang punya blog. Jangan sampai saya justru nggak bisa ngeblog dan ga bisa jawab kalau ditanya murid,” kata guru Bahasa Inggris di SMK 2 Balikpapan ini. Mereka datang berombongan sesama guru dengan mengenakan batik bercorak Kaltim.

Meski kebanyakan peserta adalah guru, tapi ada pula peserta yang masih belia. Usianya 14 tahun, kelas 2 SMP. Namanya Trisna Manunggal Puspaningrum. Sepanjang pelaksanaan blogshops Pesta Blogger 2009 ini, kemungkinan dia adalah peserta termuda. Dia mulai mengenal komputer saat duduk di bangku kelas 2 SD dan menjadi juara favorit lomba komputer se-Kota Balikpapan. Tapi ia belum bisa membuat blog, makanya ia mengikuti blogshops keempat dalam rangkaian roadshow pesta blogger 2009 ke 10 kota di Indonesia ini.

“Sekarang sih, setelah ikut blogshop jadi lebih ngerti dan kayaknya kalau ada yang nanya-nanya, sudah bisa ngajarin. Saya juga ngeblog karena ingin punya lebih banyak teman berbagi,” kata Trisna.

Dalam sesi sharing, selain chairman Iman Brotoseno, tampil pula penggiat Balikpapan Blogger, Alfa Malik dan Bambang Herlandi. Iman menjelaskan mengenai kode etik di dunia maya. “Misalnya saat mengutip omongan atau gambar orang lain, harus disebutkan sumbernya. Selain itu, tulisan yang dibuat, jangan menyinggung soal SARA. Kalau hal-hal itu tidak dilanggar, pasti aman.”

Pemaparan yang cukup menyita perhatian peserta adalah ketika Bambang Herlandi menjelaskan pengalamannya memanfaatkan blog untuk proses belajar-mengajar. “Saya menggunakan blog untuk e-learning. Nggak repot harus foto copy bahan pelajaran, siswa tinggal buka blog saya,” katanya. Demikian pula saat harus meninggalkan sekolah untuk suatu keperluan, ia pun bisa ‘mengajar jarak jauh’ dengan akses internet. “Bahkan hasil ujian siswa pun saya umumkan di blog jadi saya tidak ikut nempel-nempel kertas seperti guru lain,” imbuhnya. Bambang mengajak guru-guru yang menjadi peserta blogshops ini untuk terus ngeblog, “Karena manfaatnya sangat bagus dan efisien serta efektif sebagai media pengajaran”.

Blogshops ini berlangsung di laboratorium komputer milik STIKOM Balikpapan. Ketua STIKOM Balikpapan, Satria, sangat mendukung kegiatan ini dengan meminjamkan laboratorium kampus untuk blogshops serta halaman kampus untuk Pesta Blogger mini pada malam harinya. Selain didukung Stikom Balikpapan, acara ini juga didukung oleh Harian Tribun Kaltim, Indosat, Radio IDC, Balikpapan ICT Community, Elex Media Komputindo. Dan tentu saja dukungan penuh datang dari Panitia Pesta Blogger 2009 sebagai penyelenggara serta Depkominfo, US Embassy, dan Microsoft sebagai sponsor.

Acara Gathering atau Pesta blogger mini di Balikpapan, tak kalah seru dengan daerah lain. Sebuah panggung sengaja didirikan di halaman kampus. Rencananya, jika peserta membludak, jalanan depan kampus segera ditutup. Dua polisi lalu lintas mengatur arus lalu lintas saat acara berlangsung. Acara diisi dengan penampilan beberapa ‘penyanyi lokal’ dan dua MC dadakan yang cukup mengundang tawa dengan logat dan bahasa gaul khas Balikpapan. Setelahnya acara diisi dengan talkshow dengan tiga pembicara yang sama seperti siang harinya yakni Iman Brotoseno, Alfa Malik, dan Bambang Herlandi. Talkshow diselingi kuis dengan hadiah-hadiah menarik dari sponsor lokal.

Tapi sesi paling seru sekaligus mengharukan dan membuat Pesta Blogger mini di Balikpapan berbeda dengan kota lainnya adalah dengan hadirnya tiga ‘blogger gila’!!! Mereka adalah Dillah, Wawan, Fortynine (lupa nama aslinya) dari komunitas blogger Kalimantan Selatan. Bahkan Tristram Perry, Atase Pers Kedutaan Amerika yang hadir di Balikpapan berkali-kali menyebut mereka “crazy”.

Mengapa?

Bayangkan ini! Siapa yang rela menempuh perjalanan darat selama 12 jam dengan naik motor ‘hanya’ untuk bertemu sesama bloggger di daerah lain? Siapa yang begitu berani menembus jalan trans Kalimantan, hanya bertiga, melewati hutan, hanya untuk menghadiri pesta blogger nun jauh di timur Kalimantan? Siapa yang mau tak tidur selama berjam-jam, terguncang-guncang di atas motor melewati jalanan rusak hanya untuk hadir sekejap dengan orang-orang yang tak pernah benar-benar dikenalnya didunia nyata?

Jawabnya, hanya blogger GILA! Tapi kegilaan mereka mengharukan :(

sehabis pestasehabis pesta

Akhirnya, puncak acara malam itu diakhiri dengan tukar cinderamata. Blogger nekat dari Kalimantan Selatan menyerahkan cindera mata yang terbuat dari batu pualam bertuliskan: “Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh Baimbai, Goes to: Pesta Blogger, Road to: Kalimantan Timur, 2009.” Sementara B!Blogger sebagai tuan rumah juga menyerahkan kaos komunitasnya. Chairman Pesta Blogger 2009, Iman Brotoseno juga melakukan tukar cinderamata dengan menyerahkan kaos Pesta Blogger 2009 dan Pin dengan logo ciamiknya itu.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama diiringi lagu Kemesraan.

*yup, betul. postingan ini saya copy dari sini*

Pesta Blogger Menuju Bumi Etam

Rangkaian blogshops Pesta Blogger 2009 akhirnya menuju Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara di Balikpapan merupakan blogshops pertama yang berlangsung di luar pulau Jawa. Sebelumnya blogshops berlangsung di Malang, Semarang, dan Bandung.

Blogshops dan pesta blogger mini di Balikpapan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Agustus 2009. Dan, rasanya senaaaang sekali karena  Mas Alfa dan kawan2 Balikpapan Blogger Community (B! Blogger) bersedia mendukung penuh acara ini sebagai tuan rumah.

Acara di Balikpapan berlangsung dalam dua sesi yaitu pada pagi dan malam hari. Acara pagi merupakan sesi khusus blogshops.
Waktu : Pukul 10.00 – 16.00 WIB
Tempat : Laboratorium Komputer STIKOM
Kampus A STIKOM Balikpapan, Jl. Pierre Tendean 2A Gunung Pasir
Tel. (0542) 424545

Acara yang dimulai pukul 09.30 ini diisi dengan registrasi ulang, worskhop “Blogging for Beginners” (Fasilitas berupa komputer/laptop serta koneksi internet akan disediakan oleh STIKOM Balikpapan), lalu istirahat, review workshop session, sharing session dengan top bloggers dan perwakilan komunitas lokal (B! Blogger).

Seperti di kota lain, sesi pagi ini pesertanya dibatasi sebanyak 40 orang. Tapi kalau bersedia berdesak2an dan membawa laptop sendiri, boleh datang kok. Syarat menjadi peserta? Gampang! Cukup berbekal email, dan belum punya blog.

Biar gampang, siapkan data berupa nama, nomor hp, pekerjaan dan alamat email sebagai konfirmasi.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan di:
Kampus A STIKOM Balikpapan, Jl. Pierre Tendean 2A Gunung Pasir
Tel. (0542) 424545. Email: suhar_taty@yahoo.com

Sementara yang sesi malam, akan berlangsung pukul 19.00 – 22.00 WITA. Tempatnya sama, di kampus A STIKOM Balikpapan, Jl. Pierre Tendean 2A Gunung Pasir Tel. (0542) 424545

Acara malam seru lhooo…soalnya ada music performance, yang menampilkan STIKOM Musik. Ada talkshow, yang akan menghadirkan tiga pembicara yaitu Iman Brontoseno (Chairman Pesta Blogger 2009), Mas Bambang Herlandi, blogger dan guru TIK SMKN 3 Balikpapan, dan dr. Fajar Qimi, dokter dan juga blogger tulen. Ada games-nya juga! Salah satunya adalah Kontes Ngeblog Dadakan. Tentu saja hadiah menarik sudah disediakan.

Untuk sesi malam ini, siapa saja boleh datang. Karena tempat terbatas, jadi buruan daftar!!!

Acara ini didukung oleh: Depkominfo, US Embassy, Microsoft, Balikpapan ICT Community, Tribun Kaltim, Elex Media Komputindo, Radio IDC FM

Tapiiii….bagi yang ketinggalan acara di Balikpapan, bisa ikut acara yang sama di Samarinda lhoooo. Acara di Samarinda akan digelar pada 21 Agustus 2009. Bagi yang berdomisili di Balikpapan tapi udah ga kebagian tempat, boleh mendaftar saat acara berlangsung di Balikpapan untuk acara di Samarinda.

Oke, sampai jumpa di Bumi Etam, Kalimantan Timur.

*postingan ini juga dimuat di http://pestablogger.com*

ritual

Dulu, saya inget banget. Sering sekali saya menertawai orang Jakarta dan kota besar di Jawa. ‘Duh, kasian kali, lebaran kok di mall. Atau, lebaran kok di Ancol, di taman mini, di kebon binatang. Emang pada ga punya keluarga ya? Emang keluarganya binatang ya, abis sholat kok ke kebon binatang?

Saat kuliah, kadang2 saya ga pulang ke kampung untuk lebaran Idul Adha karena kesibukan kuliah dan kadang2 karena harus bekerja [sambilan saat kuliah]. Tapi ketika itu, saya memilih tidur seharian di rumah dan tanpa makanan enak seperti di kampung, juga tanpa kunjungan keluarga dan tetangga. Saya memilih tidur sepanjang hari daripada kayak orang Jakarta, berjubel di mall saat lebaran.

Sekarang, saya termakan ejekan sendiri. Sejak bekerja serius [bukan sambilan], Idul Adha terlewatkan di ‘kota’. Malam biasanya saya nonton, biar ga denger gema takbir dimana-mana yang bisa bikin saya menangis2. Dan hari lebaran, saya tidur sampai siang, sampai sholat usai. Saya ga pernah ke lapangan. Pasti sedih membayangkan setelah sholat, orang2 di sekeliling saling salam2an dan saya ga kenal satu orang pun dari mereka.

Semalem, saya memilih berdiam di kantor yang juga jadi tempat pelarian temen2 cowok yang ga pulang kampung. Jadilah saya perempuan tercantik, sendiri :p. Setelah ngantuk, baru pulang dan tadi pagi ke kantor lagi sendirian, bingung mo makan dimana karena mall belum buka. Siang baru maen ke tempat salah satu kerabat yang saya kenal, dan berlanjut ke mall. Terpaksa :p.

Yang jelas nangis tahun ini ga sehebat tahun lalu. Bedanya lagi, tahun lalu, hari lebaran, saya akhirnya bisa ditemani si sapikurban setelah makan pagi sekaligus makan siang yang terlambat di sebuah mall di kawasan Kuningan. Tahun ini, cuma via telepon.