Tujuh

A
Ayah, begitu panggilanku padamu sekarang.

B
Blog, tempat pertama kita bertemu. Dan B selanjutnya adalah Balikpapan, tempatku bermukim saat itu.

C
Cengkareng, tempat kita bertemu pertama kali secara fisik.

D
Depok, di kota ini kita akhirnya tinggal dalam satu atap, hingga…

E
Esok, dan seterusnya, inginku hanya bersamamu, menyongsong…

F
Fajar, setiap hari. Agar saya tak perlu…

G
Galau, karena saya tau engkau akan selalu ada, membagi pundakmu, bersama mendampingi anak2 kita menjalani hidup.

H
Hujan, kata yang kerap hadir dalam surat2 kita dulu.

I
I, awal kalimat yang kau ucapkan di sela gempuran pesta kembang api malam tahun baru.

J
Jakarta, kota tempatku berpindah, agar bisa lebih dekat denganmu. Kota yang ada dalam lagu Sheila on Seven, yang kerap kudendangkan sendiri dengan harapan kau akan menungguku di Jakarta.

K
Kalimantan, belantara tempat saya mengira2 masa depan seperti apa yang akan saya jalani bersamamu.

L
Love, rangkaian kata dalam kalimat yang kau ucapkan padaku sebelum menghilang seminggu. Love, juga kusimpan dalam hati dan tak biasa kuungkapkan dengan kata.

M
Matahari, sebutanku padamu, pujaanku.

N
Ngomel, kini menjadi keseharianku, dan kau telan dalam diam dan sabar. Terima kasihku tak terhingga.

O
Ouh ouh…upsss, ini tak butuh penjelasan.

P
Puan, buah cinta pertama kita, guru pertama kita, anak pertama yang kini sering dinomorduakan.

Q
Queen, semoga selamanya saya menjadi ratu di hatimu

R
Rindu, tak hanya hadir dalam hubungan jarak jauh kita dulu. Dalam hari2 belakangan sejak hamil lalu melahirkan Lintang, rindu kerap menyapaku untuk bisa berduaan denganmu tanpa harus memikirkan rumah yang berantakan, cicilan kpr, uang sekolah anak. Saya hanya ingin diam dalam dekapmu…

S
Semarang, dua hari pertama kebersamaan kita secara fisik, yang lebih banyak dilalui dengan diam dan malu malu.

T
Tujuh tahun sudah pernikahan kita. Kini ada Lintang, lelaki ketiga dalam hidupku setelah Etta dan Ayah. Lintang, guru kita berikutnya.

U
Usia, tak pernah mampu kita tebak dalam angka, tapi kuingin menua bersamamu.

V,
W,
X,
Y,
Z, huruf2 yang tak lagi perlu dijabarkan satu persatu. Cukuplah engkau tau, aku menyayangimu karena engkau bagian dari nafasku, belahan jiwaku. Tanpamu, hidupku takkan berarti lagi.

Iklan