Pendar matanya serupa pelangi
Mungkin karena mewarisi matahari dari ayah, dan hujan dari ibu
Binarnya kadang jenaka
Kadang tajam dan membuat jengah. Tapi lebih banyak melelehkan hati

Larik senyumnya serupa bulan sabit
Mungkin ada dua magnet dengan kutub yang sama
Mencipta seulas tarikan pada bibir mungilnya
Yang menandaskan segala lelah

Lengkingannya bagai nyanyian bidadari
Mungkin ada klintingan angin surga pada pita suaranya
Berbuah rindu pada telinga, pada hati, pada jiwa, untuk pulang memeluknya

Puan adalah puisi
Ia adalah ladang inspirasi tanpa batas

Puan adalah Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s