Jalan Lahir

Tadi, pagi banget (eh, ga pake banget ding karena salatnya udah ga subuh lagi) saya udah siap2 mau kontrol ke RS lagi. Sekarang udah harus kontrol setiap pekan karena udah memasuki pekan ke 37. Saya hari ini berangkat lebih pagi dari jadwal periksa karena mau ikut senam hamil dan kelas prenatal. Jam 9 saya dan suami udah nyampe rumah sakit. Saat di kasir, petugasnya bilang, senam hamilnya udah berjalan. Mending ikut yang jam 11 aja. Oke, saya langsung setuju. Jadi, rencana semula dibalik, kontrol dulu baru senam. Tadinya mau senam dulu kontrol.

Ternyata, eh ternyata, hasil kontrol berkata lain. Pemeriksaan kali ini berjalan cukup lama dari biasanya. Hasil tes darah pekan lalu juga dibaca. Ada sedikit infeksi di kandung kemih. Oh iya, untuk infeksi ini saya dikasih antibiotic. Diminum ga ya?

Hasil pemeriksaan dokter yang akhirnya bikin saya sesak nafas dan pengen nangis2 bombay adalah, proses persalinan saya ga memungkinkan dilakukan secara normal. Kenapa? Pertama, terjadi CPD=Cepalo Pelvic Disproportion, alias terjadi ketidaksesuaian janin dengan panggul. Pada kasus saya, berat bayi sih ga masalah. Berat 2,8 kilogram ga gede juga sebenernya. Tapi jalan keluar bayi emang sempit. Kata dokter, umumnya orang yang tubuhnya pendek memang begitu.

Sebenernya dari awal, saat baca2 buku persalinan dll, banyak disebutin bahwa pada usia segini (iyeee, berapaaa?) dan dengan tinggi badan segini doang, emang rentan. Agak sulit untuk melahirkan dengan normal. Tapi tetep aja keterangan dokter ini bikin saya ga bisa ngomong apa2, sesek! Apalagi sebelumnya, dokter udah muji2 posisi bayi bagus, ga terlalu gede, tali plasenta ga menghalangi jalan lahir, tali puser ga melilit, dll.

Buat lebih mastiin, dokter pun “merogoh” jalan lahir si baby, tapi ga kunjung dapet kepalanya. Padahal di layar jelas terlihat bahwa posisinya ngadep ke bawah, tapi ga bisa masuk ke jalan lahir karena jalan lahirnya sempit 

Faktor kedua, kini air ketubannya kian menipis. Di beberapa bagian udah ga kena air ketuban. Kalo ibarat di kolam renang, ketubannya cuma seleher si bayi. Akibatnya, kata dokter, sekarang kalo babynya gerak dikit aja, bakal kerasa banget di perut emaknya. Karena ga ada pelindung lagi berupa air ketuban. Pantes aja beberapa hari terakhir ini, doh, bener2 derita deh kalo si baby nendang2. Padahal kata dokter sebelumnya, gerak bayi udah ga begitu heboh karena ruang geraknya udah terbatas.

Sepanjang penjelasan dan praktek2 itu, saya udah ga bisa berkata2 tapi hanya berkaca2. Sebelumnya penuh harapan bakal lahiran normal, ternyata hari ini harus denger berita kayak gini. Saya udah rajin jalan pagi, sujud berlama2 sebagai pengganti olahraga nungging, dll, tapi yaaaaa…gitu deh

Lalu dokter ngajakin ngobrolin soal jadwal. Dokter langsung bilang, kita jadwalkan tanggal 12 ya? Heh, kenapa harus 12 dok? Ga bisa hari lain? Saya justru kuatir pada tanggal itu terlalu banyak permintaan bedah caesar sehingga saya bisa terancam tak terlalu diperhatikan karena pasien lagi banyak. Maklum, tanggal cantik, 12-12-2012. Tapi dokter bilang, justru dia hanya punya waktu pada hari itu, di jam 13.00. Ya udah, mungkin emang begini jalannya. Saya inget penentuan tanggal nikah tahun lalu, 20-11-2011, cantik juga meski tak sengaja juga dapetnya.

Tapi, tanggal cantik bener2 tidak bikin saya cukup terhibur dengan berita ini. Maaf ya Allah. Mungkin, satu2nya yang saya syukuri adalah, saya ga hidup di zaman sulit yang tidak memungkinkan dilakukan operasi bedah pada ibu2 yang “bermasalah” sehingga terjadi banyak kematian pada ibu dan anak dalam proses persalinan akibat keterbatasan pengetahuan.
Sesek, tapi beginilah jalannya 

One thought on “Jalan Lahir

  1. […] melahirkan di hari cantik, 12-12-12. Tapi, sudahlah, yang penting Puan lahir selamat dan sehat. Soal jalan lahir, sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.Cerita dalam gambar, bisa disimak di blog suami. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s