Cerita dari Halaman: Kangkung

Kalo ga salah ingat, sudah tiga kali kami makan dengan lauk tumis kangkung, yang dipetik dari halaman mungil kami. Wew, seluas apa sih kebunnya? Serimbun apa sih tanaman kangkungnya? Hihi, saya bilangin ya…, tanaman kangkung di halaman kami, tumbuh dengan sendirinya dari sisa-sisa potongan sayur yang kami timbun di dalam tanah.

Maksud awalnya, sampah dapur itu kami tanam sebagai kompos. Tau2, kangkungnya tumbuh. Ada yang di halaman, ada yang di pot. Cuma dua rimbunan itu, tapi bisa mengenyangkan juga :p setidaknya, porsinya lebih banyak dibanding kalo mesen tumis kangkung di dcost misalnya. Kalo cuma buat dimakan berdua, berapa banyak sih yang kami butuhkan?

Tanaman kangkung yang tumbuh di bawah pohon jeruk nipis kami itu, harusnya sih udah bisa dipanen berkali-kali. Tapi, pada awal2, kami selalu keduluan si Tono, kelinci tetangga. Doyaaaan banget dia nongkrongin rimbunan itu tiap hari. Hihi, serasa disiapin buat kamu sendiri ya, Ton? Kelinci yang pinter, tauuu aja kalo di halaman kami ada makanan lezat. Apa coba kata pemiliknya saat tau si Tono rutin makan siang di halaman kami? “Jangan dimarahin ya, maklum, anak bungsu kami belum ngerti.” Haha, ya sudahlah, silakan dimakan Ton, cuma itu yang bisa kami sajikan :p

Eh iya, kami juga mulai nanem bayam. Yang udah tumbuh duluan sih kebanyakan jenis bayam liar, yang pohonnya bisa sampe tinggi banget, ada bunganya, daunnya lebar2 dan ijo banget. Konon, jenis ini malah lebih baik disbanding bayam cabut yang kecil2 itu. Tetangga saya ada yang ngasih makan bayinya dengan bayam jenis ini.

Daunnya yang lebar juga katanya paling cocok dibikin rempeyek daun bayam. Pengen sih nyobain, tapi blom sempet2 bikinnya. Blom ketemu resep rempeyek yang simple. Tapi,lama2 kalo pengen banget, kayaknya saya bakal pake tepung bumbu biasa juga. Pasti bisa, tapi ga jamin soal rasanya, hahaha…

Nah, ternyata ya, saya baru tau kalo si Tono, ga suka makan bayam! Bener2 dah, makanan spesialisnya kelinci cuma kangkung dan wortel. Jadi, sejauh ini, bayam kami sangat aman. Ga dipetikin sama anak-anak maupun si Tono. Tapi kami blom sempet masak bayam produksi halaman sendiri. Blom cukup banyak. Skarang masih ngandelin bayam dari tukang sayur, sambil nungguin bayam cabut yang tingginya baru 10 sentimeter.

One thought on “Cerita dari Halaman: Kangkung

  1. […] pengalaman, cabe kami dihabisin anak2 buat main masak2an, dan kangkung yang rajin disambangin Tono si kelinci putih milik tetangga, serta tabungan yang sudah lumayan mencukupi, akhirnya kami bikin […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s