Cerita dari Halaman: Kemangi

Tadi pagi, asisten dan pengasuh bayi di depan rumah mampir. Dia meminta daun kemangi. Tentu saja saya dan suami mempersilakan untuk memetik sendiri dengan meminjaminya gunting. Sebenernya, sudah lama kami menawarkan ke dia dan para tetangga lainnya. Kata kami, kalo mau nanem sendiri, silakan ambil bunga kemanginya, atau potong tangkai yang agak gedean trus ditancepin di pot atau halaman masing-masing.

Kepada si ibu tadi, saya menawarkan kembali tanaman kemangi yang udah jadi. Kemangi yang ini, baru dikeluarin dari pot oleh suami, lalu ditanam di dekat rimbunan kemangi yang lama. Saya ga setuju sih. Abisnya, dua pohon kemangi yang ada sekarang, udah terlalu rimbun. Kasian tanaman lainnya kalo sampe ga kebagian makanan dari tanah.

Dengan dua pohon kemangi ini aja, kami ga sanggup ngabisin sendiri. Si ibu tadi, ngambilnya ga tanggung-tanggung lho, seplastik belanjaan ukuran sedang. Katanya buat dibikin pepes. Walopun diambil segitu banyak, pohon kemangi kami masih sangat rimbun tuh. Kami pun hampir tiap pagi metikin daun kemangi buat lalapan. Tapi seberapa banyak sih yang bisa kami konsumsi?

Tanaman kemangi ini, kalo udah terlanjur tumbuh, yakin deh, ga ada matinya. Malah nambaaaah terus. Karena biji dari bunga yang jatuh ke tanah, bakal numbuh dan nyebar di sekitarnya. Belum lagi, kalo si suami terlalu rajin metikin dahannya lalu ditancepin ke tanah. Hasilnya, sekarang ada sedikitnya empat pohon lagi yang tumbuh. Kayaknya, saya bakal harus tega lagi mencabut beberapa pohon karena udah kebanyakan.

Lagian, rencananya, di area yang sekarang ditanami kemangi dari pot itu, akan saya tanemin sereh. Minggu lalu saya udah minta tanaman sereh ke tetangga. Makanya tadi saya nawarin ke ibu depan buat nyabut kemangi itu. Tapi, dia bilang nanti aja kalo rumah mereka udah selesai direnovasi.
Berkebun itu asik kan? Selain bisa metik sendiri dari kebun buat dikonsumsi, kita juga bisa berbagi 

4 thoughts on “Cerita dari Halaman: Kemangi

  1. Juminten mengatakan:

    Aku jg baru coba tanam menanam ini.
    Kebetulan beberapa hari yg lalu dapat bibit pohon mangga dan sirsak.
    Padahal belum punya pekarangan sendiri jg. Hahaha…

  2. clingakclinguk mengatakan:

    wah, boleh nih kapan-kapan minta kemanginya buat ditanam di kebun🙂

  3. senandung mengatakan:

    maen ke rumah doooonggg, gw kasih deh. Bayem, kangkung, terong, sawi juga ada :p

  4. […] meter persegi, yang di bawahnya pun ditempatkan septik tank oleh pengembang perumahan. Tapi kalo mau kemangi? Beh, ngambil berapa pun bisa. Oh iya, sehari setelah Puan aqikah, pohon2 kemangi juga terpaksa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s