lima bulan

Pagi tadi, saya uring2an menemukan kamar mandi dan toilet yang demikian jorok. Saya akhirnya kehilangan mood buat mandi, eek, makan, dan yang ada makin mual2. Saya pun ngomel panjang lebar ke suami karena isi perut rasanya udah mau gw muntahin semua dan ga pengen masuk kamar mandi lagi. Tapi keadaan memaksa. Saya harus tetep mandi karena mau ngantor. Dengan mengumpulkan semua ingatan tentang hal menyenangkan untuk membunuh rasa jijik, saya akhirnya masuk kamar mandi dan menyiram serta membersihkan semuanya. Di bbm, suami minta maap atas kealpaannya. Sebelumnya, kami pernah berbagi tugas bersih2 dan dia mendapat area kamar mandi. Ga sekaku itu sebenarnya, siapapun dari kami bisa membersihkan bagian manapun. Tapi saya paling jijik pada sampah berupa rambut, apalagi di kamar mandi. Walopun sebenernya itu rambut saya juga :d Jadi, urusan kamar mandi emang dia yang bersihin, walopun saya juga sering terutama buat bersihin dindingnya, bagian penutup kloset, dan hal2 yang tak ‘terlihat’ oleh dia.

Di perjalanan menuju kantor, sesungguhnya saya sedikit menyesal karena udah ngomel dan bahkan sampe ngomong, “rasanya pengen punya toilet sendiri.”😦
Iya, saya memang kesel banget dengan kejorokan tadi pagi itu. Tapi saya merasa agak bersalah karena bagaimana pun, itu rumah kami berdua, rumah yang kami (tepatnya: dia) upayakan ada, untuk tempat kami berteduh. Sehingga, kami tak harus ngontrak atau tinggal di rumah orangtua setelah menikah.

Awal menikah dan tinggal di rumah itu, suami beberapa kali bilang, “maaf ya, cuma bisa ngasih rumah kecil gini.” Bagi saya, omongan itu terlihat seperti tanpa rasa syukur. Karena, buat saya rumah ini lebih dari cukup. Rumah dengan dua kamar, dengan kelebihan tanah di depan, belakang (yang ngepas untuk tambahan dapur), dan samping, sangat sangat layak untuk ditempati oleh dua orang. Jadi, permintaan maaf itu tidak layak diucapkan karena saya akan terlihat kurang berterima kasih😦

Rasa syukur memiliki rumah ini kian bertambah tebal setelah kami mengunjungi beberapa perumahan di sekitar kawasan ini. Awal melihat2 rumah di kompleks tetangga, komentar kita berdua, “wah, ini lebih bagus ya modelnya” atau “pengembangnya pinter nih, selokannya gede” atau “nah, gini harusnya carport, ga dibeton semua, tengahnya buat rumput” atau “pengamanan di sini keknya bagus ya” dll. Selalu saja rumput tetangga terlihat lebih hijau di mata kami. Lama kelamaan, setelah dapet cerita2 dari para pemilik rumah di kompleks2 tersebut, termasuk ketika kami bertukar cerita dengan pasangan mas epat-mba dewi (pasangan blogger seangkatan yang ternyata tetanggaan kompleks) mengertilah kami bahwa kompleks sebelah tak selalu lebih baik dan lebih indah seperti yang terlihat.

Rumah kami, ya istana kami. Demikianlah, kami pun membangun dan mengisinya sikit sikit. Dari menambah tembok belakang buat dapur, beli lemari, kasur, tempat tidur, kompor, stop, itu dulu. Bulan berikutnya, dapet hadiah kulkas, mesin cuci, dan dispenser (yang ga akan dicolokin kabelnya). Dua bulan berikutnya, masang pintu teralis buat lahan samping. Tiga bulan kemudian, barulah kami mulai berani beli meja/kursi tamu setelah nabung lagi :p

TV? Oh, enggak, mending beli segala macem tanaman dan pernak perniknya dulu buat ‘dijejalkan’ di halaman kami yang tak seberapa luas. Ada 20-an tanaman cabe yang ‘terlanjur’ tumbuh subur dan sayang buat dimusnahkan, pandan, sirsak, jeruk nipis, mangga, daun bawang (udah dua kali nanem dan panen selembar dua lembar), dan beberapa bunga2an. Kalo sesekali iseng pengen nonton tv, mertua minjemin kami tv kecil yang sebenernya buat di mobil. Saya selalu bilang, “Rajin2 aja disiram tiap hari biar tv-nya cepet gede” :p atau, “kalo blum mampu punya mobil, setidaknya kami udah punya tv mobil” :)) eh, tapi kami udah punya sepeda masing2 lho :d *pamer, bangga ga jelas*

Ceritanya udah melebar gini yak!? Hihi…
Oh iya, barusan saya ngirim bbm ke suami: selamat 5 bulan pernikahan kita yaaa :*

One thought on “lima bulan

  1. Investasi Online mengatakan:

    Kirain 5 bulan itu masa hamil.. eh ternyata masa nikah.. atau mungkin lagi ngidam😀 Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s