Kurang Gizi???

Sebelum bulan Februari ini berlalu, saya pengen nuntasin satu postingan soal yang terjadi bulan…lalu :p Setdah, ga update banget nih blog :))

Gini ceritanya…ehm, bukan cerita penting sih. Seperti biasa, ini cerita remeh temeh tentang kehidupan baru kami (again, jangan sampe bosen ya :p). Masih berkaitan dengan posting sebelumnya, sejak awal hidup bersama, kami bertekad untuk hidup lebih sehat, dan hemat. Hihi, pokoknya mah harus banyak nabung karena kebutuhan dasar kita masih banyak nih. Blom punya sepeda (eh, kebutuhan dasar bukan sih), lom bikin pager rumah, tambahan di bagian samping blom dikasih teralis dan fyber di atasnya, blom punya kursi tamu, kamar belakang masih jadi gudang dan blom ada tempat tidurnya, dll, dsb.

Tapi intinya sih, kita berdua mencoba hidup lebih sehat. Salah satunya dengan tetap melanjutkan kesukaan kami makan sayur dan tempe/tahu. Yang dua itu wajib ada dalam menu makan kita. Nah, yang lain adalah, kurangi asupan gula dan garam. Yang ini nih yang saya ceritain kemarin justru bikin sedih karena makanan jadi hambar dan ga kemakan😦 Lalu, cara lain adalah, tidak makan daging terutama daging merah. Ada kali sebulan tuh kami ga makan daging dan ayam.

Ternyata ya, efeknya malah jauh dari yang diimpikan. Boro2 jadi sehat, kami berdua malah sama2 terkena anemia, bahkan nyaris kurang gizi :(( ih, memalukan ya. Ibu mertua sampe ngira kami ngirit2 duit buat makan. Haduh, padahal kami makannya teratur banget lho. Cuma ya gitu, nasi-sayur-tempe, nasi-sayur-tempe. Suatu hari di Bulan Januari, si suami pulang kantor lebih cepet dalam kondisi pusing berat seperti vertigo. Beberapa hari itu, saya juga pusing2 berat seperti melayang-layang.

Lalu kami berdua “iseng” ke dokter umum di deket kompleks. Berat badan mas turun 2 kilo, makin kurus deh😦 Berat badan saya turun 4 kg dalam sebulan. Ini sih bikin saya senyum2 seneng. Tapi tau ga hasil tensinya? Saya 80/60 dan si mas 80/50. Kata dokter, doh, kalian ga pusing ini? Kalo saya mah udah pasti ga bisa bangun. Ayo, makan soto kambing kek, banyakin sayur, minum vitamin penambah darah, dan makanannya dikasih garam. Kami berdua cengar cengir doang. Malu jek, masa sih kurang gizi? Padahal menurut kami, makan sayuran+tempe itu giziiiiiii…. :)) Sejak hari itu, daging ayam dan hewan2 (apa coba) lainnya selalu masuk dalam menu belanjaan kami. Huh, daripada dikira kurang gizi dan pelit makanan?

Ga cuma anemia, sakit saya kumat lagi. Nyerinya menggila saat haid. Bulan Januari lalu saya malah sampe pingsan lagi, kayak kejadian Bulan Oktober saat persiapan nikah. Celakanya, ga ada yang nolongin karena saya sendirian di rumah. Suami lagi kerja. Terpaksalah saya merangkak (beneran merangkak/merayap) di lantai untuk mencapai tempat air minum, kulkas, dan tempat tidur. Itupun dilakukan setiap setengah jam sekali, saat kesadaran datang sedikit demi sedikit. Saya lagi2 berpikir, Ya Tuhan, gimana kalo sampe saya kenapa2 dan ga ada yang ngeliat😦

Pekan depannya, saya medical chek up di Carolus. Hasil keseluruhan ya masih gitu. Masih anemia. Trus, agak sebelnya, hanya dalam waktu ga sampe dua minggu, berat badan saya naik 2 kg setelah mengkonsumsi segala ayam2an dan daging2an itu. Huhuhu….ga jadi langsing! :)) Tapi dokter di Carolus memang menyarankan saya untuk menurunkan berat badan lagi sampe 4 kg, walopun sebenernya kondisi sekarang udah pas alias ideal. Anjuran lainnya, baik dokter di Carolus maupun di tempat praktik deket kompleks adalah; OLAHRAGA.
Doh!

4 thoughts on “Kurang Gizi???

  1. Lex dePraxis mengatakan:

    Hai, salam kenal..

    Ini tulisan yang bagus. Semoga ada banyak orang yang berhenti tergila-gila melangsingkan tubuh dengan cara yang menyakitkan atau bahkan berbahaya. Penting sekali kita bisa menghargai dan mengapresiasi tubuh dengan cara yang sehat.

    Saya juga barusan posting tulisan yang terkait soal kelangsingan, coba baca deh di Apakah Langsing Itu Cantik dan Seksi? Semoga bisa menambah referensi dan pencerahan.

    Sampai jumpa.

    Lex dePraxis
    Love & Relationship Coach

  2. Ari mengatakan:

    Haha.. Saya malah naik 5 Kg sebulan ini, gara2 istri saya hamil.
    Jadi ceritanya setia, dia gemuk, saya gemuk. wkwkwk..

  3. kan mengatakan:

    Jangan Lupa bikin Ikan Bakar buat si Mas nya… kan orng bugis jago buat ikan bakar🙂

    jangan samapi ketemu KOKO lg dan elo msh nga bisa bikin ikan bakar, pastinya akan dibilang penghianat loe, he he he

  4. Hanggar PS mengatakan:

    Mendengar kurang gizi langsung teringat orang di benua Afrika, mereka tak seberuntung kita di indonesia yang kaya akan pangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s