saatnya

Kita, aku dan kamu, telah memukul gong.
Setelah bebunyian ditabuh, kita takkan mundur lagi.
Saatnya berpikir. Saatnya bekerja. Saatnya menyatu. Saatnya tak ada pertengkaran lagi.
Saatnya berlari menuju garis start, karena ini baru permulaan.

2 thoughts on “saatnya

  1. Juminten mengatakan:

    hwaaaa… selamat ya, mbak.😀
    semoga semuanya menjadi lebih baik. ^^

  2. puput mengatakan:

    hey blogger😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s