catatan yang tercecer

Siang begitu lengas. Deru mesin burung besi terus berdengung. Lalu lalang orang berebut waktu. Saya diam. Terpaku menatapmu. Menggambar detil wajahmu dalam benakku. Kau sibuk sendiri. Menawariku makanan. Saya sibuk sendiri. Melukis pelangi. Untuk titian kita menuju langit.

“Apa jadinya gw tanpa kamu?”

Saya terpana. Pertanyaanmu merobek lamunanku. Sekaligus melambungkanku ke langit.
Hilang segala lelah setelah pelarian kita ke Semarang.

Saya ingin terus memelukmu. Tapi katamu, menit2 ini sudah lebih dari cukup, menebus 328 keping senja kita yang terpisah lautan. Dan burung besi ini lalu membawaku pergi.

Cengkareng, 24 November 2007

*saya rindu puput, suasana malam di semarang, dan KAMU*

One thought on “catatan yang tercecer

  1. Juminten mengatakan:

    jadi, gak kangen sama aku??? *jeles*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s