tentang bapak

Katanya kemarin itu hari ayah. Saya ga ikutan ngetwit, saya menyimpannya untuk di blog, jadi cerita sendiri.

Bapak saya itu serba bisa. Merancang rumah, walau bukan arsitek. Rumah kayu, rumah batu, benda2 dari kayu, bisa. Bahkan bikin jalan, manual, pake cangkul. Biar permukaannya keras, kami disuruh main lompat tali di sana.

Bapak itu guru semua hal. Dari belajar baca, belajar ngaji, belajar nulis. Dulu, ditemani lampu petromax, saya belajar baca tulis arab dan latin tiap malam. Tangan saya dicelupin ke kobokan, lalu latihan bikin huruf2 di lantai papan rumah panggung kami. Begitu tertiup angin, ‘tinta air’ mengering. Saya pindah ke bilah papan yang lain, menulis huruf yang lain, sampai tiba saatnya makan malam.

Satu pesan bapak yang paling utama adalah: harus JUJUR. Berkata jujurlah walaupun buahnya pahit. Dari sikap itu, seingatku, sejak SD, dalam setiap kepengurusan atau kepanitiaan, saya dan saudara yg lain selalu jadi bendahara. Belakangan, jadi sekretaris, karena tulisanku bagus :p (walopun tidak begitu bagus menurut bapak karena waktu itu saya ga menulis huruf bersambung lagi seperti tulisan zaman dulu).

Profesi bapak, banyak. Dulu, bapak pegawai negeri. Bapak juga seneng bikin catatan. Nulis dalam aksara Bugis maupun dalam bahasa Indonesia. Nyambi jadi petani, terutama nanam cengkeh dan buah2an. Bapak juga bikin empang. Banyak yang bilang itu pekerjaan gila, karena bapak bikin empang di punggung bukit di belakang rumah. Dengan cangkul sendiri! Suatu saat setelah hujan deras datang berhari2, tanggul empang jebol. Habis semuanya. Esoknya, mamaku menemukan seekor ikan mas cukup besar, tersesat di selokan.

Bapak ga suka Soeharto dan Golkar. Menurut bapak, tak ada yang dilakukan mereka selain pembodohan kepada rakyat. Bapak mendukung penuh reformasi dan ingin semua anaknya terlibat dalam demonstrasi menuntut perubahan itu. Ketika Soeharto lengser, bapak bersuka cita dengan melempar tivi pake toples.

Bapak ga banyak bicara. Seingatku, kami tak pernah berbincang akrab. Tapi beda dengan salah satu kakakku, selalu ada topik yang mereka perbincangkan sampai jauh malam.

Haduh…saya ga sanggup melanjutkan ini. Tiba2 saya mengingat beberapa hal, yang ga saya mengerti ketika bapak memberi hukuman tanpa saya tau apa salah saya. Mungkin sebelumnya saya memang nakal. Atau saya melakukan sesuatu yang saya anggap benar, tapi tak bisa saya kemukakan ke bapak. Untuk ngomong pun saya sulit. Bahasa saya bahasa tulisan, bukan lisan.

One thought on “tentang bapak

  1. puput mengatakan:

    hik hik😦
    atau bapak di kirimi surat aja ya mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s