Manis dan Pahit

Saat diberi kebahagiaan dan kabar gembira, saya sekaligus ingin belajar sesuatu.
“Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan langsung dimuntahkan”

Petuah dalam pelajaran bahasa Indonesia zaman SD ini berarti bahwa; yang manis bisa saja beracun. Seperti dalam cerita Putri Salju yang diberi apel manis oleh nenek penyihir yang ternyata berisi racun.
Dan yang pahit, seperti obat. Memang rasanya tak enak, tapi itu hanya sesaat dan pasti akan menyembuhkan, membebaskanmu dari rasa sakit.

Pesan ini mengajarkanku untuk tidak terlena menerima segala kebaikan. Kita bisa mengukur dalamnya laut, tapi kita takkan pernah benar-benar tau kedalaman hati seseorang.

Kita bukan tak menghargai kebaikan orang lain. Kita hanya berusaha berjaga2 karena selalu ada penghianat di setiap kelompok, kata Tan Malaka. Maka belajarlah menjaga dirimu sendiri, belajarlah menyayangi hatimu sendiri, dan belajarlah menghargai pikiranmu sendiri. Karena hanya kamu yang bisa melakukannya, bukan orang lain di luar dirimu.

Temanmu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain. Berdamailah dan bekerjasamalah.

6 thoughts on “Manis dan Pahit

  1. kolomkiri mengatakan:

    selalu waspada dalam segala hal…kadang2 teman juga bisa jadi musuh….

  2. Juminten mengatakan:

    aiiiihh… dalem banget postingan ini.😐
    iya, orang yg hari ini kita kenal baik, bisa jg jd musuh di esok hari.
    eh tp ya, berdasarkan pengalaman…
    biasanya perasaanku bisa ngerasa “janggal” kalo bertemu dgn org yg “pura2 baik”.
    kayak udah ada firasat gitu sebelumnya… =,=’
    jd pas tau yg sebenarnya, malah gak merasa kaget.

  3. mbah sangkil mengatakan:

    teman mu adalah musuh terbaik mu

  4. merahitam mengatakan:

    Poin yang bagus. Makasih buat postingan yang ini.

    Mengutip ucapan si Kakangmas, asah kepekaan kita, karena sebenarnya “isyarat” itu sudah diberikan sejak kita pertama kali ketemu dan kenal seseorang. Tapi sayangnya, menjadi peka itu tak mudah ya. Hihihihi. *curcol*

  5. ipied mengatakan:

    inginnya sih tidak percaya dengan teman, tapi entah kenapa itu semua refleks saya lakukan. saya cuma memegang berpikir positif dan selama sang teman gak nyenggol saya ya udah, asik-asik aja lah ya……😛

  6. an andi mengatakan:

    Kebanykan teman baik.,.
    akan menjai Benalu di dalam kehidupan.,.
    alias ” teman makan teman” yg merusakhubungan seseorang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s