bekal kost

Setelah pengalaman seharian kemarin, saya ingat lagi pepatah yang tertulis di sampul buku tulis zaman SD dulu. “Hidup tak sesulit yang kita takutkan tapi tak semudah yang kita bayangkan”.

Nyaris tiga tahun saya menyimpan kegelisahan, ketegangan, dan kemarin harinya tiba. Ternyata ketakutan saya tak terjadi, Alhamdulillah.

Yang ada saya malah terharu hingga tak bisa berkata-kata. Yang tampak di depan mata saya, mirip dengan yang saya alami di rumah saat berhadapan dengan mama. Mungkin ibu mana pun di dunia ini memiliki pandangan yang sama. Anak adalah permata hati yang harus selalu dijaga dan dilindungi sepenuh hati. Sementara bapak, adalah manusia pendiam yang tak mampu ditebak isi hati dan pikirannya tapi bukan tak mungkin, ia pun sama halnya dengan para ibu.

Kemarin, keharuan saya menyeruak ketika tiba2 saya diberi payung. Lalu makanan untuk dibawa pulang. Hampir saja saya lupa mengucapkan terima kasih karena itu kejutan besar buat saya. Selama ini pikiran saya dikaburkan oleh ketakutan.

Lalu keharuan berikutnya saat melihat si anak dibekali segala keperluan kost, termasuk beras. Saya bener2 ingin nangis karena teringat satu peristiwa.

Ketika akan pindah ke sini, mama memaksa saya membawa beras. Saya nolak mentah2. Pikir saya, beras bikin berat bawaan saja, padahal barang saya banyak karena baru pindah kost. Kelebihan bawaan artinya nambah ongkos pesawat lagi. Alasan lain, di Jakarta toh banyak makanan. Mau apa aja tinggal beli.

Ternyata, penolakan saya itu berbuah pahit. Udah bikin mama saya sedih, eh, saya pun akhirnya kelaperan. Karena begitu tiba di Jakarta, langsung menuju kost yang belum dibersihkan, malam pula, hujan-hujan, saya bener2 kelaperan! Dan karena ini pertama kalinya saya akan menginap di tempat baru itu, saya bener2 belum kenal lingkungannya, belum tau harus beli makan di mana, minum beli di mana.

Saya akhirnya bener2 nangis hebat malam itu, menahan lapar, dan meminta ampunan karena telah membuat mama meneteskan air mata. Kalo saja bisa diulangi, saya akan bersikap sama seperti kemarin, menerima semua bekal dari Ibu untuk dibawa ke kost.

9 thoughts on “bekal kost

  1. ipied mengatakan:

    ah…. mama pasti mengerti kok pertimbanganmu gak membawa beras itu… udah jangan terlalu dipikir. tahu kalo kamu baik2 saja dan selalu sehat dah bikin mama kamu seneng kok mba🙂

  2. clingakclinguk mengatakan:

    aku aja skarang tiap bulan beli beras, buat jaga-jaga kalau tiba-tiba ingin masak sendiri, apalagi di musim hujan begini, makin malas keluar kost, jadi ya buat makan masak sendiri, dan sdh tentu nasinya lebih enak drpd nasi warteg, hehehe….😀

  3. lina mengatakan:

    terharu…jadi inget pernah nolak juga bekal yang disuruh bawa ibu. males ribetnya. tapi kelaperan juga. hehe🙂

  4. Juminten mengatakan:

    kalo kepepet banget kan bisa pesen delivery, mbak.😉 udah lumayan banyak sekarang jasa delivery yg langsung nganter ke mana pun dan kapan pun.

  5. MenoTimika mengatakan:

    dapet payung dan makanan dr CAMER!!! Mantap… Lanjutkan!!!

  6. lovelyfla mengatakan:

    Ibu emang paling tahu ya kebutuhan kita, kitanya aja yg kadang menganggap ibu suka berlebihan.

  7. SAUT BOANGMANALU mengatakan:

    TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  8. isnuansa mengatakan:

    Ibu memang paling tahu apa yang kita perlukan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s