koin keadilan

Waw…begitu terasa nikmatnya hidup saat saya bisa bertemu kasur empuk untuk meluruskan punggung malam ini. Rasanya, lelah seharian tadi langsung terbayar lunas begitu badan menyentuh kasur setelah mandi.

Hampir seharian tadi saya ikut menghitung koin keadilan, koin2 untuk kebebasan prita di jalan langsat, markasnya wetiga, dagdigdug, dan politikana.com. Saya ada di sana mulai sekitar pukul 11 sampai pukul 16.50. Lalu malem usai ikut pembubaran Panitia Pesta Blogger 2009 di es teler 77 jl Adityawarman, saya balik lagi menghitung koin sekitar sejam. Hasilnya, bisa memasukkan 5 juta ke lima plastik bersama beberapa orang. Sebelum ke sana tadi pagi, saya udah membawa perlengkapan sendiri misalnya pembersih tangan, sarung tangan plastik, masker, air minum, dan kamera. Hihihi…kamera ini masuk perlengkapan juga kan ya? Walopun akhirnya jarang saya pake karena sibuk memilah dan menghitung koin.

Saat berada di sana, rasanya hati ini bungah. Terharu melihat kebersamaan semua orang. Terharu melihat keping2 koin yang rasanya setiap keping itu memiliki ceritanya sendiri. Ada yang dibawa pemulung, ada yang dari celengan anak kecil, ada yang dari sisa belanjaan ibu-ibu. Maka tak heran jika segala bentuk koin ada di sini. Keping2 yang tak pernah saya lihat lagi ujudnya bahkan ada di sini. Dari koin 5 rupiah, 25 lama dan baru yg begitu keciiiil, 50 lama dan baru yang ukurannya ga beda jauh dari uang 25, lalu 100-an model lamaaa dan baru, 500 lama dan baru, koin 1000-an, beragam koin dari begitu banyak negara, dan terakhir koin untuk nge-game!

Para relawan juga datang dari berbagai latar belakang. Paling pagi jam 8 ada dua lelaki tua, pensiunan mulai terbungkuk2 memilah koin. Lalu ada 3 perempuan paruh baya dari salah satu panti asuhan di Jakarta Timur. Lalu saya, datang ngaku2 sebagai blogger (hihi…tapi belakangan bocor infonya: ternyata saya jurnalis yang menjadi relawan katanya. Ga jadi deh diwawancara tipi :p). Ada pula anak SD yang bolos les demi ikut neneknya ngitung koin. Lalu ada artis, mba Sita Nursanti (dari grup vokal Rida Sita Dewi, RSD) ikut jadi relawan. Hebat juga lho, dia bertahan dari jam 2-an sampe jam 21.30. Kami duduknya deketan lho, pulangnya juga bersamaan (huh, ngaku2, ga penting banget deh).

Sebelum jam 12 siang, ngitung koin rasanya lamaaa banget. Sekarung itu lama banget milah2nya, juga ngitungnya. Makin siang, makin sore, makin malem, wus wus gitu, tau2 dari 2 juta, trus 7 juta, 14 juta, 22 juta, 36 juta…pas malem saya mau pulang udah 70-an juta dan total koin seluruhnya yang udah terhitung dari posko lain udah lebih 300 juta! Sementara orang2 yang tak hadir di sana, tak ketinggalan menjadi relawan dengan mengirim makanan, minuman, kain, plastik pembungkus, menggratiskan pengiriman paket koin, dan sebagainya. Bagaimana hati saya tak bungah melihat semua itu?

Bayangkan, begitu banyak orang baik di negeri ini, begitu banyak orang yang ikut berharap perbaikan hukum di negeri ini. Misalkan 1 rupiah = 1 orang, maka ada 300 juta orang baik di negeri ini, ada 300 juta orang berharap keadilan di negeri ini. Malu aja pemerintahnya kalo ga menyadari itu!
Kalo besok masih diberi kekuatan, saya ingin ke langsat lagi.🙂

17 thoughts on “koin keadilan

  1. arham blogpreneur mengatakan:

    sayang tadi kita ngak ketemu. saya ngak bisa datang, padahal dah diundang…

    sekadar menegaskan. kegiatan koin peduli prita bisa diartikan sebagai start of people power.

    kalau tidak bisa dibereskan masalah hukum ini, tinggl menunggu waktu saja

  2. kucingusil mengatakan:

    wah sudah sampai ratusan juta *tepuk tangan*
    semoga para petinggi pejabat pemerintahan masi punya hati untuk berlaku adil

  3. ipied mengatakan:

    loh mbak kok diatas ada spamnya?😮

    wahhh pasti langsat tertutup lautan koin ya😀 saya sedang membayangkay bakal sebanyak apa jika semua posko koin prita di gabungkan (yang dari berbagai daerah pun) pasti buanyaaaaakkk sekali😀 hehehe

    eh yang ngasih koin gam eitu gimana ceritanya? kan gak berharga sih? ngitungnya itu gimana? *penasaran*

  4. fanny mengatakan:

    kebersamaan yg sgt manis,bukan? bangsa ini masih punya nurani utk membantu sesama.

    halooo…saya temen plurk kamu. fatamorgana.

  5. lina ling mengatakan:

    bukti adanya people power ya…terharu juga saya

  6. thepenks mengatakan:

    sekarang jumlahnya sudah berapa? karena kemarin tidak liat hasilnya…

  7. c2push mengatakan:

    semangat😀

  8. mercuryfalling mengatakan:

    aduh sorry gak ngerti. trus koinnya bakal diapain?

  9. mata mengatakan:

    sudah hampir 1/2 m terkumpul nih

  10. yudhi mengatakan:

    dan saya adalah yang paling bingung kalau ditanya “mas datang darimana ?”. jawaban default adalah : “dari rumah” :))

  11. bakulrujak mengatakan:

    weh, berasa jadi paman gober😀

  12. Chic mengatakan:

    wuoooooh gara-gara audit aku ga sempet ke langsat sama sekali buat bantu ngitung koin… hiks.. kesaaaal!😥

  13. wisata semarang mengatakan:

    salam dari blogger semarang, senang bisa berkunjung ke sini, tulisan terakhir saya: Sejuta Rasa Kuliner Semawis

  14. aubreyade mengatakan:

    wuiiiih, buanyyak ya mbak. Tapi aku ga bisa kesana, semoga semuanya tetap semangat ya, dan hari ini kelar semuanya,amin🙂

  15. devieriana mengatakan:

    senangnya bisa ikut berpartisipasi.. Aku kemarin ada audit.. jadi nggak bisa kemana-mana😥

    Btw, tapi ada hal lucu & terkesan pamer ketika ada orang-orang yang begitu tau bakal masuk tivi eh masukin koin tangannya pake sedikit dikeatasin biar orang lain tau kalo dia masukin koin, dah gitu pake dilama-lamain pula masukinnya. Nyumbang mah nyumbang aja pak/bu, nggak usah mikir bakal disorot kamera atau enggak.. hehehehe..😆

  16. mariskova mengatakan:

    Nitip salam semangat untuk para relawan, Jeng. Rasanya pasti terharu biru bisa jadi bagian dari people power ya. Saya lagi bahagia ngebayangin tampang asem pihak lawan :p *jail mode on*

  17. mariskova mengatakan:

    Btw, punya alamat email mbak Nena? Ai lupa euy ngirimin data diri utk sertifikat pemenang kemarin (sertifikatnya salah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s