Ngelem

Kuping saya pekak saat puluhan kendaraan berlomba berpacu begitu lampu hijau menyala. Persimpangan Kodim di Arteri Pondok Indah ini memang lumayan rumit dan ramai.

Tapi herannya, dua anak di depan saya seolah tidak terpengaruh. Mereka seperti menikmati suara kendaraan yang menderu bersamaan itu. Mata mereka terpejam, wajah sedikit mendongak, seperti menikmati segala kebisingan di sekitarnya. Atau mereka menikmati teduhnya dedaunan pohon nangka? Ah, saya tak yakin karena tepat di samping anak berbaju garis2 coklat itu ada pipa pembuangan dan keduanya duduk di tepi got.

Saya memperhatikan lebih seksama. Si baju garis2 coklat tampak bener2 terbuai, padahal tak ada angin sepoi saat itu. Tunggu, kenapa jari kirinya mengepal begitu keras seperti sedang kram? Kenapa pula gaya keduanya sama persis; satu tangan di dalam baju ditembuskan ke bagian kerah dan sesekali hidungnya di arahkan ke sana untuk menghirup sesuatu dari tangan tersembunyi itu? Sementara satu tangan lain mengepal seperti kejang. Mereka duduk berhadapan, sesekali saling menatap, nyengir, lalu terpejam menikmati sesuatu.

“Asik kan ya, haha,” kata si baju garis coklat ke temennya si baju biru. Ga persis begitu ucapannya, tapi tawanya seperti dalam mimpi. Bukan tawa senang, tapi juga tak hambar. Si kaos biru tak menjawab, hanya mengangguk dan terus menghirup dari balik kerah depan bajunya.

Si anak baju coklat mungkin pegal, atau ingin memperbaiki posisi, jadi tangan tersembunyinya dikeluarkan. Ouh, ternyata ada lem aibon dalam kaleng kecil di genggamannya.😦

Saya takjub, sedih, kaget, entahlah. Tapi keduanya bener2 tak peduli saya mematung pada jarak dua meter menonton mereka. Juga ketika saya memotret dengan hp, mereka seperti tak menganggap saya ada meski wajah mereka ke arah saya. Si baju coklat terus asik dalam tawa-bukan-senang-bukan-hambarnya, dan si baju biru yang lebih tak peduli segalanya, terus mengirup lem di balik bajunya.😦
Anak-anak ini, kemana orang tua mereka?

7 thoughts on “Ngelem

  1. devieriana mengatakan:

    Ya Tuhan.. neler pake lem?😥
    Udah pernah denger juga sih.. tapi jadi trenyuh baca ceritamu mbak.. hiks.. kok maksa banget teler, pake lem pula yak?😦

  2. kucingusil mengatakan:

    untuk saat ini hanya kesenangan semu yg bisa mereka dapat dari sekaleng lem😥
    dulu teman saya lebih sadis cara negur anak” ngelem itu, disuruh hirup tangki bensin. eh beneran dihirup sampe tumbang😦

  3. aubreyade mengatakan:

    jujur…miris banget😐

    bukannya pusing ya, nyium bau begitu ?*ah,spikles*

  4. […] Ketika melihat dua anak asik nge-lem di bawah pohon beberapa waktu lalu, saya sungguh tak habis pikir, apa enaknya ngelem. Saya tak […]

  5. Roza aja mengatakan:

    MnruT peNGalam Q Ci lem tu Asik, aPalagi dah taU lebih dalam,pAsti ingIn tEruS “ILUSI”. BuKan begitu SOB. .

  6. Roza aja mengatakan:

    “LEM itu mabuk yang murah,asik,tapi mendingan jangan deh krn akibat nya fatal. Oea… Apa lem itu bisa menghubung kan kita sama setan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s