dari hati #30

Menulis dengan tanda angka di belakang judul akan berakhir hari ini pada angka ke 30. Lunas sudah utang saya. Hadiahnya apa? Kecupan? Ah, sudahlah, lupakan.

Apa hasil evaluasi saya secara pribadi? Ini sangat sangat jauh dari memuaskan. Bukan soal jumlah kata yang jauh dari angka 50 ribu kata. Bukan juga karena jadinya bukan cerita atau novel. Tapi karena apa yang saya tulis bukan datang dari hati saya. Sebagian besar hanya karena ingin memenuhi tuntutan posting setiap hari. Karena awalnya memang tanpa pola, tanpa kerangka tulisan, jadi apa yang terlintas, itulah yang ditulis. Sebagian lagi karena memang dipaksa saja biar ada postingan. Bener2 bukan dari hati.

Saya mencoba membandingkan tulisan saya di awal blog ini dan tulisan akhir2 ini. Terasa sangat jauh bedanya. Dulu, meski singkat, meledak2, tapi bener2 datang dari hati, bener2 menggambarkan suasana perasaan saya saat itu, kegembiraan, kemarahan, kesedihan, kerinduan. Sangat gamblang. Dan kalaupun panjang, masih enak dibaca. Karena semuanya dari hati. Sekarang, rasanya jelek, monoton, kaku, jaim, membosankan, panjang tapi ga dalem, ga mengena di hati.

Ah, saya kecewa.
Kecewa pada diri sendiri, juga kecewa pada…aaaah, berhentilah mencari2 kesalahan di luar diri sendiri!
Lupakan ini. Saya akan mencari cara lain. Agar terlahir yang benar2 dari hati. Termasuk, ah…lupain sajalah. Males!

3 thoughts on “dari hati #30

  1. mayssari mengatakan:

    Hi There, are u allright???

  2. lina ling mengatakan:

    tapi apapun tulisannya, saya masih suka ke sini. mungkin…memang harus menulis dari hati, biar ngena. hehehe….:)
    semangat ya.

  3. ipied mengatakan:

    heran, kamu bisa merasa kalo tulisanmu itu berasa kurang hati, kurang emosi, kurang mantap, cuma sekedar syarat untuk setiap hari posting. Lalu kenapa kamu masih terus melanjutkannya sampai 30 hari?

    kalo emang bener dari hati dan udah merasa gak sesuai apa yang kamu lakukan sesuai dg keingina hati buat apa dilanjutkan, diteruskan?

    Harusnya kamu berhenti sejak hari keempat, saat kamu sudah mulai ngomel2 san bingung akan topik selanjutnya!

    Menepati janji kalo gak dari hati buat apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s