datang lagi #28

Seharian kemaren saya hanya dua kali bangun dari tempat tidur untuk cari makan. Itu pun saya lakukan pada detik ketika perut saya udah ga kuat lagi menahan rasa laper yang amat sangat.

Sakit itu datang lagi. Saya hanya bisa bergelung sehari semalam di tempat tidur. Gelombang rasa sakit kadang pasang kadang surut. Serbuan seribu jarum yang menusuk2 perut bagian bawah lalu memelintirnya dengan keras itu membuat tangan dan kaki saya kram, dingin, memutih karena pucat. Saya ga bisa melukiskan rasa sakitnya dengan tepat. Tapi kalo inget apa kata dokter saya dulu, ya ini mirip dengan ibu melahirkan.

Sore2 sempet reda tapi malamnya serbuan tusukan itu menggila lagi. Saya hanya bisa nangis. Saya ingat, saya hanya sekali nangis saat sakit ini datang, tahun lalu, bulan Januari. Selebihnya, jika pingsan dan masuk rumah sakit pun saya ga nangis. Mungkin karena kali ini saya kesakitan dalam keadaan bener2 sendirian. Dulu2 sih, saya masih punya temen serumah. Saya butuh ditemeni bukan untuk bermanja atau mengeluh. Saya hanya butuh orang yang akan segera tau kalo misalnya saya pingsan atau mati dalam keadaan kesakitan gini. Adek saya tau saya lagi sakit tapi rasanya aneh jika nelpon dia memperdengarkan keluhan rasa sakit saya. Bisa2 bikin panik keluarga dan saya disuruh pulang. Apa jadinya?

Ya, saya tau caranya agar tak sakit. Saya harus menjaga makan, mengusahakan hanya sayur dan buah, berolahraga, minum kunyit putih. Akupuntur kalo ada. Jadi kangen Balikpapan kalo gini. Akupuntur cuma 10 ribu per kunjungan. Kunyit putih yang rasanya enak bisa pesen di Bontang seharga 5000 per kotak untuk diminum seminggu. Sayur dan buah, bu kantin sudah hapal selera saya. Ke dokter kandungan pun masih ada yang hanya bertarif 75 ribu dan lengkap sama usg karena dokter ga mungkin tau sakit saya tanpa meneropong isi perut saya kan?

Rasanya saya ga salah kalo membanding2kan. Karena seharusnya kota yang katanya serba ada dan tak pernah tidur ini menyediakan segala hal kan? Ga mungkin karena ngeluh gini trus saya disuruh pulang ke kota lama kan? Kalo alasannya ada uang ada barang, kayaknya Balikpapan juga dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia, tapi masih ada tempat murah gitu. Jadi apa yang salah ya?
Ah, tulisan ga jelas, keluhan ga jelas. Mending ke Salemba ketemu temen SMA dan kuliah, coba ke dokter kandungan juga di RS Thamrin./p>

4 thoughts on “datang lagi #28

  1. ipied mengatakan:

    cepat sembuh ya mbak, saya juga begitu kok, dan terus terang berkurang karena olah raga yang rutin itu🙂

  2. mercuryfalling mengatakan:

    Sakit apa? Magh bukan ?

    Makan bubur..minum air hangat..

    Smoga lekas baekan ya..

  3. Abdul Cholik mengatakan:

    Rasa cinta pasti ada

    Pada makhluk yang bernyawa

    Sejak dulu hinggi kini

    Tetap suci dan abadi

    Tak kan hilang selamanya

    Sampai datang akhir masa

    (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)

    ——–

    Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta

    Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.

    Salam hangat dari Surabaya

  4. kucingusil mengatakan:

    mama juga konsumsi kunyit putih tapi udah diekstrak jadi kapsul. ada yang jual di toko jamu di pasar Mayestik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s