murung #26

Membaca milis kantor pagi ini, saya menemukan nama kawan ‘taksi sesat‘ saya ada di sana. Mungkin ia akan memperoleh penghargaan lagi atas tulisannya nanti malam. Saya langsung menelponnya detik tadi yang bertepatan dengan saat dia akan masuk pesawat menuju Jakarta. Dia mengundang saya ke hotelnya malam ini. Dan saya janji akan datang.

Kabar tentangnya benar2 mengusik pikiran saya. Saat tersesat2 itu, kami berdua sama2 sedang mengikuti kursus menulis. Sepulang dari kursus itu, masing2 dari kami mulai meraih prestasi *halah. Tahun ini dia masuk nominasi di ajang yang sama dengan kemenangannya tahun lalu.

Saya terusik karena saya iri. Dia bisa terus mencetak capaian2 karya tulis, sementara saya saat ini seperti melempem. Dia mencetak satu di tahun lalu, dan kini satu lagi. Pelan, tapi ada terus. Sementara saya, mencapai dua di tahun lalu, tapi tahun ini, yang akan segera berakhir, tidak terisi dengan capaian sepertinya.

Walau iri, saya ikut senang dan bangga sebagai sahabatnya. Kebersamaan kami secara fisik waktu itu memang cuma dua pekan. Tapi hingga kini masih terasa dan kami masih saling menyemangati. Tapi saya kini seperti lupa tugas utama saya, tersita oleh tugas mendesak dalam hitungan menit. Saya sudah nyaris lupa bagaimana membuat sebuah tulisan panjang.

Saya mencoba ikut NaNoWriMo yang targetnya 50.000 kata selama sebulan tapi yang saya capai saat ini tak sampai 10.000 kata. Jumlah ini hanya sebanding dengan satu tulisan panjang. Bukan novel. Oke, saya memang tidak sedang membuat novel karena…belum bisa. Tapi membuat satu tulisan panjang pun, ternyata belum bisa saya lakukan lagi.

Saya merasa hari ini hari yang murung😦

3 thoughts on “murung #26

  1. ipied mengatakan:

    semangat mbak, tetep menulis jangan patah semangat. rejeki orang beda2 kok. mungkin sekarang belum menghasilkan buku, gak papa, mungkin rejekimu bukan tahun ini. pasti akan ada waktunya..

    setidaknya yang harus mbak syukuri dengan kemampuan menulismu mbak masih punya pekerjaan tetap kan?🙂 jangan murung yaaaa… *hugs*

  2. kucingusil mengatakan:

    pencapaian orang beda-beda sih standarnya. mungkin temanmu tampak nyata karena menerima bentuk penghargaan yang tampak tapi yakinlah ada penghargaan yang kamu terima juga kan sepanjang tahun ini🙂

    ah, jadi murung karena ini … cheer up *joget pisang*

  3. mata mengatakan:

    kalau saya, pencapaian apa yang suidah saya capai ? jadi bertanya tanya….

    nulis bisanya cuma ngomongin temen temen, goshipin si ini dan si itu sambil maki maki ngga jelas. HUH, bener bener ngga ada yang bisa dibanggakan🙂

    terus nulis jeung… semangat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s