Mirip SBY #17

Saya menghabiskan banyak waktu hari ini untuk membaca ratusan komentar di twitter tentang pidato presiden tadi malam. Pidato itu telah ditunggu2 lama sehingga jalan agak sepi ketika pidato berlangsung. Padahal Senin biasanya lumayan macet. Saya sempat bertanya2 cemas ketika melihat 4 truk tentara bersenjata disiagakan dari gedung Badan Pertahanan Nasional di belakang Sarinah (sudut jl Sabang).

Kondisinya sama ketika pemutaran rekaman percakapan telepon di Mahkamah Konstitusi. Jalanan sepi, setiap tivi di tempat keramaian menyetel chanel stasiun tivi yang menayangkannya.

Bedanya, pertama: tontonan di MK membentuk kelompok nonton bareng atau nobar dengan tidak sengaja. Sementara pidato semalem dijadwalkan dari siang untuk nobar.
Perbedaan kedua: tontonan di MK berakhir dengan rasa penuh kejut akan fakta2 dan kekonyolan menyaksikan bobroknya sistem hukum yang bisa dikendalikan oleh satu orang itu. Sementara pidato semalem diakhiri dengan keterperangahan dan rasa dongkol karena tak mampu memahami maksud orang yang tak mampu mengendalikan tingkah anak buahnya itu.

Tapi kedua tontonan itu, masih berdasarkan komentar yang saya baca di twitter, menghasilkan dua nama baru. Pertama kapolri jenderal anggogodo, kedua Susislow Bimbang Youdontknow atau SBY. Ahahahaha, ngena banget. Salut untuk kekreatifan penemu nama baru itu.

Bicara soal sikap dan peran sby ini, saya inget pertengkaran saya dengan dia, si matahari, dua hari sebelum lebaran lalu. Kami ketika itu bertengkar hebat. Dan saat saya merasa udah capek banget bertengkar dengan topik yang kurang lebih sama dengan yang lalu-lalu, saya akhirnya mengatakan: iya, saya salah, saya bodoh, dan hal-hal lain semacam itu yang sebenernya menghinakan dan merendahkan diri sendiri.

Saya tau dia akan marah kalo sikap saya demikian saja, pasrah tanpa argumen dan perlawanan. Maksud saya sebenernya, biar pertengkaran cepet selesai, saya akui saja semua kesalahan dan kebodohan itu tanpa peduli siapa yang melakukannya. Dan benar saja, dia malah makin kesel.

Dia nyamber kalimat2 pasrah saya dengan: “Peran teraniaya…kayak sby aja”

Tapi ternyata ‘hinaan’ itu mencairkan hati saya (dan pertengkaran ini) karena saya jadi tersadar :p dan langsung ngakak (tapi ga di depan dia)
Saya bilang ke dia, ini hinaan terlucu yang pernah saya dengar tapi sanggup membuat saya tergelak meski waktu itu udah sambil nangis. Seketika itu juga ingin rasanya saya menggigit (sayang) punggungnya, lalu menyusup di ketiaknya untuk didekap.

“Punya pacar mirip presiden pasti menyebalkan, ya sayang?”

Aaaaahhhh, saya kangen kamu!

Iklan

2 thoughts on “Mirip SBY #17

  1. ipied berkata:

    Seketika itu juga ingin rasanya saya menggigit (sayang) punggungnya, lalu menyusup di ketiaknya untuk didekap.

    šŸ˜¦ huaaa aku cemburu aku cemburu… eh salah… aku iri maksudnya šŸ˜€ hahahahaha……

    rese nih tulisan bikin sirik! cih cih… PDA nih cih! :p

  2. katakatalina berkata:

    lah….kirain bakal berlanjut ke pembahasan politik tingkat tinggi…tapi malah ke

    aihhhhhh, senangnya. abis berantem makin mesra kan ya :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s