NaNoWriMo – #6

Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa belakangan ini saya koar2 untuk terus menulis selama sebulan. Jadi gini ceritanya… :p

Suatu hari *ehm, gaya zaman SD banget, memulai karangan dengan ‘suatu hari’* saya dan dia ngobrolin kembali tentang mimpi2 kami. Saya yang akan melukis dengan aksara dan dia yang akan melukis dengan cahaya. Dia sih lumayan konsisten, rajin motret dan update blog serta minta pendapat ke orang2. Tapi saya, rasanya mandeg. Jangankan update blog tiap hari, diary aja udah males. Cuma nulis poin-poin penting doang. *ya, konvensional, saya masih nulis diary. Trus napa? :p nyolot ya saya?*

Lalu, dia memberi saya info tentang Seven yang diprakarsai oleh ibu Tita Larasati. Katanya, dia akan ikut juga. Ga dimulai dari tanggal 7 November sih :p Lagipula, dia emang bukan komikus seperti dokter hewan ini, pengen ikut aja. Tapi baru semalem saya kasih pensil dan serutan plus apusannnya.

Apa itu Seven atau Tujuh? Di Tempo pernah dibahas soal ini. Katanya, ini cara para komikus untuk berpartisipasi sekaligus memperingati satu tahun berdirinya penerbit Curhat Anak Bangsa. Terinspirasi usahanya (dan juga sesama komikus sedunia) dalam 24 Hour Comic Day, sebuah aksi yang diprakasai Scott McCloud dengan membuat sebuah komik secara spontan dan rampung dalam 24 jam, Tujuh ini sedikit berbeda. Sebanyak tujuh komikus (walau akhirnya menjadi sembilan orang) membuat tujuh halaman komik sepanjang tujuh hari kehidupannya.

Saya nanya ke dia, ada ga tantangan serupa untuk foto (karena ini akan lebih cocok untuk dia) dan tulisan (buat saya)? Dan katanya, ada! Haduh, nyesel deh nanya, karena sepertinya akan berat buat saya jalani. Waktu itu saya ga janji sama dia. Tapi setelah percakapan itu, esoknya, saya janji pada diri sendiri untuk mengikutinya.

Apa tantangan itu, bisa dibaca di sini. Namanya NaNoWriMo. Tantangannya, mulai menulis dari 1 November hingga menghasilkan 175 halaman atau 50.000 kata yang akhirnya berujud novel pada 30 November malam nanti. Cara ini mungkin mirip dengan yang diterapkan Dee saat menyelesaikan Perahu Kertas. Bedanya, Dee tidak melakukannya bersamaan dengan orang lain, tapi untuk kedisiplinan diri sendiri. Dan ia sudah punya kerangkanya, bukan diari.

Oh, God, sanggupkah saya? Memasuki hari ke enam, saya mulai kehabisan ide. Karena yang saya bikin memang bukan novel. Dan saya ga percaya diri jika harus menampilkan isi diary. Mau diselingi dengan postingan foto ditambah sedikit tulisan seperti di blog ini? Ah, kurang konsisten. Atau diselingi dengan posting soal serius politik-sosial di sini? Ah, rasanya juga ga pas.

Lalu, masalah lain, kerjaan saya sehari-hari, juga berkutat dengan tulisan. Lebih spesifik lagi, berita yang berkejaran dengan waktu karena saya bekerja di media online. Saya ngos-ngosan mengikuti perkembangan situasi akhir2 ini sampe email pun jarang saya tengok. Rasanya jari2 saya nyaris keriting ngetik terus, telinga budeg mantengin radio, tivi dan telpon (upsss, ga budek sih tapi pusing), mantengin komputer 8 jam per hari non stop.

Mau dikerjakan di kost? Ouh, saya udah terlalu capek untuk ngapa2in lagi setelah nyampe kost. Bersih2 (yang cuma satu kamar) aja udah jarang. Akses internet di kost juga ga ada selain dari BB. Dan buat saya, emang ga ada yang seenak ngetik di depan komputer. Idenya bisa ngalir.

Kadang jari dan otak saya sama sekali ga nyambung atau malah mogok kecapean. Tapi akankah terhenti apa yang telah saya mulai? Rasanya kok sayang banget ya 😦 tapi apa harus dipaksain?

*hari ke berapa ini? ngais2 tempat sampah nyari ide*

Iklan

13 thoughts on “NaNoWriMo – #6

  1. merahitam berkata:

    Wah keren. Selain mendisiplinkan diri, bisa untuk melatih keterampilan menulis. Tetep semangat ya bu…

    Semoga bisa mengikuti jejakmu.

    *hugsmwahmwah*

  2. ipied berkata:

    saya juga pernah denger tuh yang 24 jam nulis komik, bahkan temen kuliah saya pernah ngadain worshop ini di kampusnya. dan banyak yang ikut serta. rela begadang cuma buat bikin komik yang cuma selembar :D.

    ya kebanyakan sih pada sulit cari ide. padahal ide lho ada di mana2. Halah lagak saya kayak banyak ide aja sih 😀

    Sebenernya yang paling susah bukan ide sih menurutku, tapi mood 😀

  3. kucingusil berkata:

    oh, jadi ini ceritanya mau klarifikasi soal kecupan?

    *kabur ke kandang singa 😆

  4. yati berkata:

    @merahitam: yuk, mencoba. tapi masih sempet ga? secara dirimua manusia deadline gitu…. *sama sih*

    @ipied: bener pied! yang susah bukan ide tapi mood. bahanku ada aja, draft juga banyak, tapi ga mood gitu 😦

  5. kucingusil berkata:

    ada yang bisa dibantu, biar mood? 😦

  6. aubreyade berkata:

    bagus ya, sbnernya idenya, tapi mengingat dirimu udh berjam2 di dpn komputer krn emang kerjaannya begitu, bisa dipastikan ntar bisa underpressure…doh, jangan!

    Gimana kalo ntar akhir minggu, kan rileks tuh, cari aja bahan2 postingan, dg bagusin mood kamu dulu. Trus orat oret dikit, sukur2 ada 7 ide buat ditulis 😉

    enw, jawaban ttg cerita anaknya pakbudi, beneran kok, udh ta’ jawab di blog 🙂

  7. clingakclinguk berkata:

    seru juga kali ya kalo nulis setiap hari dengan cerita yang berkelanjutan, kayaknya cerita tentang keseharian kita boleh juga, ndak usah jauh2 nyari edi, eh ide.

  8. […] This post was mentioned on Twitter by perempuan api. perempuan api said: NaNoWriMo. ini alasan saya #nulistiaphariselamasebulan https://senandung.wordpress.com/2009/11/13/nanowrimo/ […]

  9. sapiterbang berkata:

    wii..lengkaap…sampe scott mccloud dibahas juga, nah gini dong, baru jurnalis

    btw, aku ‘rencana’ bikin komik karena untuk membantu mengasah skill di motret juga (gambar, juxtapose, foto..get it ?), jadi sebenernya itu satu ‘framework’

    ;))

  10. sapiterbang berkata:

    oh ya !
    kalau lagi down inget aja ceritanya seraphine de senlis, 😀

  11. yati berkata:

    @kucingusil: mau gw kecup? Hahahaha… :))

    @mba ade: idenya keren! Ma kasih mba. Saya udah coba kayak gitu sebenernya tapi hari libur juga bukan berarti ada waktu dan belum tentu mood. Tapi bener, akan saya coba 🙂

    @clingaclinguk: emang harusnya gitu sih, kalo yang komik ya semacem diari aja. Tapi kan diriku setengah anonim ceritanya jadi ga pede dengan cerita diari

    @sapiterbang: baiklah. Akan kubuat tulisan tentang Seraphine 🙂

  12. yati berkata:

    @kucingusil: mau gw kecup? Hahahaha… :))

    @mba ade: idenya keren! Ma kasih mba. Saya udah coba kayak gitu sebenernya tapi hari libur juga bukan berarti ada waktu dan belum tentu mood. Tapi bener, akan saya coba 🙂

    @clingaclinguk: emang harusnya gitu sih, kalo yang komik ya semacem diari aja. Tapi kan diriku setengah anonim ceritanya jadi ga pede dengan cerita diari

    @sapiterbang: baiklah. Akan kubuat tulisan tentang Seraphine 🙂

    *muncul ga ya komentar ini*

  13. […] Catatan yang saya dapat dari film yang mendapat tujuh piala Cesar ini adalah, jangan pernah kehilangan semangat meski perut melilit. Halah :p Bener, ini cocok buat saya yang udah mulai mengendor, ga mood dan kehabisan ide merajut mimpi dengan ikut NaNoWriMo. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s