sekolah – #4

Ini kisah ponakan saya, Afif. Ia masih duduk di bangku TK. Awal-awal dikenai ‘wajib sekolah’ berbagai macam cara dilakukan untuk membujuknya. Tahun ajaran baru telah lama dimulai dan ia masih aja bertahan ga mau sekolah. Kerjaannya saat sore dan malam adalah membicarakan seragam sekolahnya, tapi ia tak kunjung ke sekolah esoknya.

Sampai suatu hari, semua orang meninggalkan rumah pagi2. Hanya ada Afif dan bapak. Dua adiknya pun diboyong sama kk saya, main ke rumah tetangga. Afif pun kesepian dan terus bertanya-tanya ke bapak mengapa rumah begitu sepi. Kata bapak, makanya sekolah, biar ga sepi dan punya banyak temen main. Dan Afif pun nurut, esoknya ia mau sekolah.

Rupanya masalah ga berhenti di sana. Saat di sekolah, yang ada di pikiran Afif hanya jajan dan pulang. Saat diminta mengeluarkan alat tulis dan crayonnya, Afif bilang, “Saya malu sama pensil, bu guru.” Huahaha, ga ngerti deh, anak ini kok aneh :))

Beberapa bulan berselang, gurunya cerita, Afif kini jadi anak paling bandel di sekolah. Tiada jeritan anak lain tanpa menyebut nama Afif sebagai pengganggu. Sampai pernah suatu hari dia main tendang-tendangan dan mengenai kepala salah satu temannya. Dia pun ditegur gurunya.

Guru : Afif, jangan pake kaki!

Afif : Oh, berarti bisa pake tangan ya, Bu Guru?

Dan dia pun mukul temennya sampe nangis. Haduh 😦

*tulisan hari ke empat. besok masih ada ide ga ya?*

Iklan

6 thoughts on “sekolah – #4

  1. Juminten berkata:

    ya ampuuuunn… untung adikku yg masih kecil ga kayak gitu. 😦
    waktu pertama kali masuk sekolah dia malah nangis!
    kebetulan aku sama papa yg nemenin waktu itu.
    hihihi…

    eh, kukasih bahan postingan buat besok, mau ga mbak?
    posting tentang aku aja!!! 😀 *dilempar SLR*

  2. sapiterbang berkata:

    =))
    jangan pernah bilang jangan ke anak2

  3. aubreyade berkata:

    nyari sekolah yang menarik buat anak2 itu gak gampang.

    tapi herannya dulu gak se-complicated sekarang ya, dlm mencari sekolah.

    lho, habis bahan postingannya? saya siap lho diwawancara **mberesi kerudung, poles bibir** 😀

  4. tyke berkata:

    huehehehehe… lucu tu anak kecil. saya sendiri juga guru, 2x seminggu mengajar bahasa inggris untuk kelas anak SD. isinya 20an anak kelas 4 SD. capek, menarik, menghibur, bikin kesel, sebel, tapi lucu juga. campur aduk jadi satu!

  5. ipied berkata:

    kemarin saya baca postingan ini di hape sembari ngantri busway, sumpah saya ngakak wakakakaka…

    ohh dasar ponakan piyik, buandel pula 😀 ahahaha….

    Namnya Afif? halah kayak nama sahabat saya di Surabaya sonoh hahaha…

  6. […] hal yang saya dapet dan kayaknya cuma beberapa kali ke sekolah. Ga ada main2nya. Makanya ketika ponakan saya males2an sekolah, saya sebenernya sedikit mendukung :p Ngapain coba di TK? Sekolah Ibu menurut saya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s