upacara – #3

Selamat Hari Pahlawan. Ikut upacara? Saya nggak. Dan saya lupa kapan terakhir kali saya ikut upacara bendera. Mungkin SMA, sekian tahun lalu. Pokoknya udah lama banget. Selepas itu, ga pernah lagi. Kalo menyanyikan lagu Indonesia Raya terakhir kali, masih inget, pas Pesta Blogger 24 Oktober lalu. Tapi kalo ini lumayan sering.

Saya inget, saat masih di Balikpapan, di liputan acara resmi pemerintah, pasti dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Balikpapan. Awalnya cengar-cengir pas tau kebiasaan di sana. Setelahnya, jadi agak aneh kalo ga ada lagu itu di awal acara. Dan terlihat banget, saat menyanyikan lagu Hymne Balikpapan, peserta menyanyikannya dengan sangat bangga.

Kenangan tentang upacara bendera, yang berkesan hanya ada di SD dan SMP. Saya inget banget waktu SD, pertama kali menjadi petugas upacara adalah menjadi dirigen, memimpin pasukan paduan suara. Dan saya jadi bahan tertawaan dan kekesalan para guru karena ga bisa berdiri dengan tenang. Saya terlalu amat sangat tidak percaya diri sehingga sepanjang upacara saya cekikikan dan tertunduk malu2 sendiri. Padahal ga satupun kayaknya yang sedang merhatiin saya. Dasar bodoh, memalukan!

Tapi setelah itu, perlahan percaya diri saya mulai tumbuh. Kemungkinan sih bukan percaya diri bener, tapi didorong rasa takut dimarahin guru, dan berkat latihan ala militer. Dan akhirnya, setiap pertandingan upacara setiap tujuh belasan, saya jadi dirigen! Ini satu-satunya lomba yang bisa saya ikuti saat SD :p

Ketika SMP, saya ga inget gimana ceritanya, saya kok ya langganan jadi pembawa bendera. Setiap Senin saat kelas kami dapat giliran jadi pelaksana upacara, saya jadi pembawa atau penggerek bendera. Demikian juga saat lomba upcara. Hihihi, ga banget ya, tinggi saya kan ga standar :p jauuuuh banget. Tapi kan ini juga bukan Paskibraka kayak yang di istana itu *ngeles*.

Yang bikin berkesan sebenernya adalah…suatu saat, usai lomba upacara dimana saya bertugas sebagai pembawa dan pengibar bendera, saya mendapat surat cinta. Si dia teruuuus meliati saya saat lomba berlangsung. Tapi saya udah ga grogi seperti saat SD.

*yeaaahhh…tulisan hari ketiga*

3 thoughts on “upacara – #3

  1. cK mengatakan:

    *uhuk uhuk*

    jadi upacara paling berkesan itu setelah dapat surat cinta?

    saya kalau jadi paskibra, biasanya jadi dirijen yang ngatur nyanyi-nyanyi…

  2. aubreyade mengatakan:

    ihiyyyy, tulisan ketiga, slamadh! 😀

    widih, gag grogi tuh, lagi jadi petugas upacara diliatin terus ;))

  3. […] (baca: temen sekelas), bersuara saja butuh perjuangan besaaar. Inget kan cerita saya tentang jadi petugas upacara yang malu-maluin itu? Rangking satu sih iya, tapi saya menang di tulisan, bukan di lisan. Ditanya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s