dear, matahariku…

Dear matahariku,
Barusan, hatiku hangat mendengarmu mengucapkan kalimat ini lagi: apa jadinya gw tanpa kamu ya?

Sama hangatnya saat kalimat itu kamu ucapkan pada pertemuan kedua kita yang terhimpit dikejar waktu. Sesaat sebelum berpisah, usai perjalanan dari Semarang, dua tahun lalu.

Sama hangatnya pula saat melihat senyummu di bandara dua malam lalu. Menghapus semua kesal dan amarahku dengan segala kejutanmu.

Sama hangatnya juga saat kau memberiku kejutan pertama yang penuh kegilaan, pada pertemuan pertama. Di bandara yang sama.
Love u!

Iklan

6 thoughts on “dear, matahariku…

  1. Silly berkata:

    Uhuuuiiiiii…. ada yang lagi hangat hatinyaaaa πŸ˜€ πŸ˜€

    *ikutan sunbathing aaahhhh* πŸ˜€

  2. ipied berkata:

    ohhh jadi kemarin itu di jemput toh…. πŸ˜€ wekekeke
    sayang kapan kita ketemu? aku rindu nih…..

    *dilempar botol*

  3. martinbudi berkata:

    cieee
    senangnnya

  4. clingakclinguk berkata:

    ciye…ciyeeeee…..prikitiew….yang lagi menye-menye πŸ˜€ *dibakar*

  5. eva berkata:

    πŸ™‚

    selalu yah, menghangatkan hati.. apapun itu asalkan dari yang tercinta *twink*

    minal aidin wal faidzin yah mbak….

    ^__^

    maap yang kapan hari itu chat nya ga dibales, diriku ketiduran noh…

    jadi, bagaimana jakarta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s