pasangan

Saya terinspirasi menulis ini ketika duduk bengong di salah satu sudut Pondok Indah Mall. Libur hari kedua bikin bete ga tau harus ngapain. Di tengah kesendirian (hayahhh) itu, saya melakoni kebiasaan, mengamati orang-orang yang lalu lalang di depan saya.

Kesan saya? Hmm…cantik-cantik, wangi-wangi. Beda banget sama saya yang ke mall tanpa dandan, bercelana pendek, kaos oblong (yang dulunya warna) putih, seperti baru bangun tidur dengan rambut ga tersisir. Pokoknya, bakal dilirik sama Nicolas Saputra itu cuma mimpi, hahaha…

Sementara mereka yang ke mall bersama pasangannya terlihat begitu bahagia, gandengan tangan, rangkulan di pundak, bahkan sempet nyolong beberapa kecupan di tengah keramaian. Ah, indahnya dunia ya. Begitu pula yang datang dalam rombongan keluarga dengan anak kecil di gendongan atau di kereta dorong. Sangat bahagia (kelihatannya).

Saya sampe berpikir, Jangan-jangan memang ada larangan ke mall bagi yang sedang tidak berbahagia? Ouh, kesian sekali.

Tapi ternyata, sekian jam nongkrong ga jelas gitu, setidaknya ada dua pasangan yang melintas yang menginterupsi pikiran bahagia tadi. Dua pasangan muda belia dimabuk cinta ini sama-sama mengenakan pakaian yang warna dan modelnya persis sama dengan pasangannya.

Pasangan pertama ‘tidak bahagia’ yang saya saksikan mengenakan kaos putih bertuliskan SOUL untuk laki dan MATE untuk perempuan, plus gambar hati di baju keduanya. Sebenernya ga ada yang salah dengan kaos berpasangan itu. Saya udah sering ngeliat sebelumnya dan emang keliatannya lagi tren. Yang bermasalah itu sepertinya cowoknya. Wajahnya sungguh terlihat tidak nyaman dengan tas perempuan penuh manik-manik di pundaknya. Errr…bisa jadi juga rasa ga nyamannya itu bersumber dari wajah tak nyaman saya ketika tak sengaja melihatnya (ga sengaja? Padahal ngeliatin dari ujung kepala ke ujung kaki dibilang ga sengaja? Haha, abis, ajaib bener). Cowok itu cakep bener, tapi mendadak aneh di mata saya dengan penampilan ajaibnya. Sementara ceweknya menggenggam dompet panjang warna coklat di tangan kanan dan tangan kiri merangkul lengan cowoknya. Dugaan saya, dia membantu membawa tas ceweknya. Baik ya? Tapi kenapa mukanya jadi berubah ga bahagia gitu? Kesian, hihihi… Kalo ga suka, kenapa harus maksain diri bawa tas manik2? Sementara dompet ceweknya muat disimpen di tas manik2 itu.

Lalu pasangan kedua, mengenakan baju kembar juga. Lakinya memakai daleman kaos berkerah lengan pendek warna pink dan luaran kaos kuning, cerah. Ceweknya mengenakan daleman kaos lengan panjang pink dan kaos luarnya kembar ma cowoknya, kuning dan sama-sama bergambar kartun. Apa yang salah? Ga ada, karena warna seharusnya memang milik umum, tak bersekat. Kalo minjem istilah anak abg, mereka akan terlihat: “so sweet” atau “iiih, lucu”. Tapi…tapi…kenapa bahasa tubuh si cowok sungguh tersiksa keliatannya? Kikuk bukan main. Kontras dengan ceweknya yang ceria dan berusaha memancing tawa cowoknya dengan obrolan dan gelendotan manjanya di lengan si cowok. Ini hanya dugaan saya sebagai yang melihat. Cowoknya mungkin malu dengan baju yang dikenakannya. Bahasa tubuhnya menyiratkan, dia seolah ingin tak terlihat saja di permukaan bumi. Wajahnya bener2 ga nyaman, tertindas. Ah, padahal cakep juga lho…

Upsss…sorry, saya ga sedang membuat posting cela-celaan. Karena ketika mencela orang lain bukankah empat jari saya yang lain akan berbalik mencela? Saya hanya dibuat berpikir oleh dua pemandangan ‘tidakbahagia’ tadi. Saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan saya sering membuat kekasih saya ga nyaman dan bahkan merasa tertindas saat ia berada di samping saya? Kalo ini benar, duh, maafkan saya, sayangku.
Anda, warga Ngerumpi, pernahkah memikirkan hal yang sama seperti ini? Ayolah berbagi, agar saya tahu tindakan mana yang pantas dan tak pantas.
Terima kasih.

*tulisan ini juga saya posting di ngerumpi.com*

Iklan

One thought on “pasangan

  1. pretty berkata:

    hai yati ..ngebayangin dl lo duduk tanpa bersisir di salah satu sudut PIM…mungkin Nicholas Saputra akan nglirik, mau minjemin sisir hihihi … becandaaa …!

    aku juga paling heran dengan cew2 yang suka nyuruh cow2nya ngebawain tas, sumpah, aku pernah niat dalam hati gak akan pernah suruh pacar-ku bawain tas, aneh dan ga banget … kalo emang mo belanja, jangan bawa pacar dong, bawa lah temen. mungkin cuma mo nunjukkin kalo pacarnya bisa disuruh apa aja ? well, that is soooo not cute ! mind your bag, gals!
    kalo bawa belanjaan sih gpp 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s