migrasi

dear putri…

saya mengingatmu dalam beberapa hari ini semenjak kita bicara cukup lama waktu itu. ya, pembicaraan yang selalu diawali oleh segudang keraguanmu dan kubalas dengan segudang ke- sok-tahu-an-ku. saat malam datang, kadang saya membayangkanmu di sana, di tengah gelombang. saya ingin mengingatkanmu, laut yang tengah kau arungi bukan laut tenang yang kau bisa terlena di perahumu sambil meneropong ke daratan. karena itu kukirim surat kedua ini buatmu.

jika kau sempat meragukan pertemanan kita karena keputusanmu mengarungi laut yang penuh misteri itu dan mengayuh perahumu dalam kesendirian, lupakanlah. saya bukan orang seperti yang kau takutkan. telah banyak hal yang kulewati. denganmu dan dengan perempuan lain, dengan cerita yang nyaris sama, miris dan menyedihkan. tapi itu bukan alasan untuk tidak mendukungmu, dan mereka. meski kuakui ini cerita terberat yang harus kutampung di benakku.

benar kata lelaki tempatmu bertanya itu, bahwa hanya pemberani sepertimu yang akan berlayar, bermigrasi ke pulau lain. tapi ini pilihanmu, putri. kemudi ada di tanganmu. angin, penduduk pulau tempatmu berasal dan pulau tempatmu menuju, bisa bersama-sama menggoyahkan perahumu. tapi kau akan kuat. saya tak mungkin menemanimu, tapi saya mendoakan jalan perpindahanmu setenang air di danau. kau boleh menemuiku setiap waktu seperti biasa untuk berbincang.

saya mengamini isi blogmu yang lain seperti lelakimu mengakui kau perempuan cerdas, bahwa: Aku tidak lagi berdiri di perempatan, pertigaan, maupun jalur lingkar. Saat ini aku berjalan dalam sisi jalan yang lurus panjang. Aku ingin bersama mu melintasi semua itu. Mau kah kau?

putri, mari kita kembali ke obrolan biasa kita. 

di blog tersembunyimu itu saya juga membaca yang lain. di sana kau mengajariku sesuatu, mengingatkan pada rasaku yang tak pernah kusadari sebelumnya. i love him [ya lelaki itu] ternyata dengan embel2 ‘because’. love him karena dia love him! hehehe, bahasaku ribet ya? tak perlulah kau mengerti bahasaku. cukup saya yang mengerti pelajaran itu. dan suratku kuakhiri saja ya. ragaku telah penat tapi belum kusimak suara-nya di telepon malam ini. met tidur, putri!

Iklan

4 thoughts on “migrasi

  1. dadan berkata:

    1. hmmm yeah, pada akhirnya semua orang akan memilih jalannya.. dan pada dasarnya kitapun hanya sendirian meniti jalur yang kita pilih ini. teman dekat dan pasangan hidup, adalah temporer, dan tak lepas dari fate diatas ..
    hang on yach !

    2. curhat yang ditulis dengan bagus sekali, mirip sebuah cerpen

  2. mayssari berkata:

    hidup penuh dengan pilihan, hanya orang2 bijak saja yang tahu pasti jalur mna yang akan diambilnya…
    H R U????

  3. merahitam berkata:

    Ehm…Tak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya sebuah keputusan yang berat. Doaku untuknya. 🙂

  4. puputpuputpuput berkata:

    semoga DIA membaca postingan ini mbakyu, biar ‘putri’ mu di antar-Nya menuju pulau yang tepat untuknya.
    seperti DIA memberi pulau yang tepat untukmu.

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s