beku

Berdiam di sini, membayangkan sebuah ruang besar. Ruang pameran, seperti yang pernah kumasuki setahun lalu. Waktu itu, persis saat ini. Sepi sekali, meski di sekeliling begitu riuh. Dari kaca jendela yang super lebar, titik-titik hujan membasahi halaman. Tempiasnya menerpa jendela.

Tapi ada sepasang manusia nekat di depan sana. Mereka duduk di pelataran. Memunggungi jalan. Saling berpegangan tangan. Si lelaki sesekali merengkuh kepala si perempuan, melindunginya dari jarum-jarum air. Tersungging senyum malu-malu di bibir perempuan itu. Meski melihatnya dari jauh, kuyakin wajahnya hangat dan sedikit merah.

Hujan usai. Ruang pameran makin sepi. Dua anak manusia di depan sana masih asyik berbincang entah apa. Dan rongga dalam dada ini makin menganga lebar.

Kamu kemana?‘ Suara dalam kepalaku berteriak
Tak ada jawaban.

Kenapa tak menemaniku bicara?‘ Suara dalam kepalaku terdengar menuntut.
Kamu yang meminta‘ Kali ini ada jawaban. Sengit.

Kenapa tak berusaha mengerti bahwa diamku karena ingin kau dekati, kau sentuh, agar sepiku pergi?‘ Suara dalam kepalaku mulai bergetar. Mungkin sebentar lagi menangis.
Suara yang tadi, bungkam. Helaan nafasnya pun tak terdengar.

Kamu kemana?‘ Suara dalam kepala itu lirih. Melemah.
Tetap tak ada jawaban.

Dunia di sekitarku membeku. Dua anak manusia di depan sana sedang berangkulan. Gontai, aku melangkah pulang.

Iklan

9 thoughts on “beku

  1. merahitam berkata:

    Ehm…
    Kata seorang kawan, jangan pernah berpikir orang lain tahu apa yang kita inginkan, kalau kita cuma diam. Nggak ngomong apa yang kita mau.

  2. lelouch berkata:

    dia mungkin sudah berusaha mengerti, namun tak sampai, karena mungkin salah mengartikan diammu.

    he just human being.
    and you, the angel, why don’t try to speak to him clearly ?
    even a single word, my lead him into the correct situation ..

  3. mata berkata:

    romantis yah… berdiri berdua ditepian jalan menunggu hujan reda. sesekali berangkulan…ahh

  4. akokow berkata:

    wow, keren…ceritanya lagi kesurupan gitu?

    Koko
    lplpx.com

  5. putirenobaiak berkata:

    “aku menjauh sebab ingin kau cari…” kataku pada bayang sendiri

    pa kabar yati?

  6. omiyan berkata:

    Dua anak manusia di depan sana sedang berangkulan. Gontai, aku melangkah pulang……

    hhmmm……bawa segudang kegundahan pastinya….hehehehe

  7. Ian Bood berkata:

    woah…

    bahasanya bagus banget!!

    sukses ya mas!!!

    agfian.wordpress.com

  8. Nona Nieke,, berkata:

    uh, laki2 memang tidak sensitif. 😦
    kata temen cowokku, hanya sebagian dr diri mereka aja yg sensitif. Ooopps… kok agak saru, ya? 😐

    *lirik komen di atasku*

    “mas”???

  9. Juminten berkata:

    eh, komen yg di atas itu dr aku, mbak.
    huhuhu… lupa ganti id nya… (doh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s