ritual

Dulu, saya inget banget. Sering sekali saya menertawai orang Jakarta dan kota besar di Jawa. ‘Duh, kasian kali, lebaran kok di mall. Atau, lebaran kok di Ancol, di taman mini, di kebon binatang. Emang pada ga punya keluarga ya? Emang keluarganya binatang ya, abis sholat kok ke kebon binatang?

Saat kuliah, kadang2 saya ga pulang ke kampung untuk lebaran Idul Adha karena kesibukan kuliah dan kadang2 karena harus bekerja [sambilan saat kuliah]. Tapi ketika itu, saya memilih tidur seharian di rumah dan tanpa makanan enak seperti di kampung, juga tanpa kunjungan keluarga dan tetangga. Saya memilih tidur sepanjang hari daripada kayak orang Jakarta, berjubel di mall saat lebaran.

Sekarang, saya termakan ejekan sendiri. Sejak bekerja serius [bukan sambilan], Idul Adha terlewatkan di ‘kota’. Malam biasanya saya nonton, biar ga denger gema takbir dimana-mana yang bisa bikin saya menangis2. Dan hari lebaran, saya tidur sampai siang, sampai sholat usai. Saya ga pernah ke lapangan. Pasti sedih membayangkan setelah sholat, orang2 di sekeliling saling salam2an dan saya ga kenal satu orang pun dari mereka.

Semalem, saya memilih berdiam di kantor yang juga jadi tempat pelarian temen2 cowok yang ga pulang kampung. Jadilah saya perempuan tercantik, sendiri :p. Setelah ngantuk, baru pulang dan tadi pagi ke kantor lagi sendirian, bingung mo makan dimana karena mall belum buka. Siang baru maen ke tempat salah satu kerabat yang saya kenal, dan berlanjut ke mall. Terpaksa :p.

Yang jelas nangis tahun ini ga sehebat tahun lalu. Bedanya lagi, tahun lalu, hari lebaran, saya akhirnya bisa ditemani si sapikurban setelah makan pagi sekaligus makan siang yang terlambat di sebuah mall di kawasan Kuningan. Tahun ini, cuma via telepon.

8 thoughts on “ritual

  1. merahitam mengatakan:

    Biarpun gak ketemu langsung sama keluarga, asal tahu kabar mereka sehat-sehat aja lewat telepon, sudah bikin senang kan?

    *peluk-peluk*

  2. venus mengatakan:

    Yang penting kita semua saling mendoakan sajaaaa *eh kok serius gini yak*

  3. Sapikurban mengatakan:

    Kamu emang cantik kok

  4. gagahput3ra mengatakan:

    Semangat! 😛

  5. suci mengatakan:

    sedih ya. tapi gapapa.. tetep semangat ya!

  6. mayssari mengatakan:

    kemarin karena kecapekan, saat sholat Id saya malah sakit…
    ini udah masuk kerja tapi dalam kondisi tubuh yang mengenaskan 🙂
    Lu musti lebih banyak bersyukur kali ya… eh, kita semua ya? 😀

  7. bangsari mengatakan:

    tidur sampai sholat abis?

    hahaha. sama tuh. aku malahan dah beberapa tahun terakhir. rasanya kok berat banget kalo mau sholat id di kota. tapi beda banget kalo dirumah, pasti semangatnya 45. halah.

    btw, selamat hari raya kurban. gimana kalimantan?

  8. reallylife mengatakan:

    barangkali zaman sudah semakin canggih dan berubah ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s