kado akhir tahun

Masuk pelataran parkir kantor tadi pagi, pak satpam melambaikan tangan pada saya. “Mbak, ada paket,” katanya. Wooo…apa ini ya? Dari siapa ya? Hmm, kok ringan? Siapa pengirimnya ya? Yang terlintas saat itu adalah temen saya si nelayan gila. Soalnya minggu lalu dia pm di ym minta alamat saya dan beberapa hari kemudian dia bilang: tunggu aja paketnya nyampe.

Tapi saya juga sangsi soalnya ga mungkin banget si raja nyela itu ngasih kado dengan bungkus girlish banget, hahaha. Bayangin, sampulnya warna ungu-pink pake tulisan happy birthday gitu. Yah, kecuali kalo dia ‘berkolaborasi’ ma temen saya [yang saya niatkan untuk dijodohkan dengannya] yang penyuka ungu banget. Dan tebakan saya, isinya pasti coklat kalo dari dia.

Saya harus kerja, udah telat masuk kantor. Kado itu sementara saya cuekin. Tapi tetep sih dilirik2 sambil kerja. Lama-lama, daripada mati penasaran, saya buka juga akhirnya. And, what??? Huahahahaha, asli ini kejutan!!! Bukan pengirimnya, tapi isinya. Saya sampe guling2 ngakak sambil gemes pengen njewer dua anak ini, nilla ama tito!!!

Huh, bisa2nya kalian berpikir untuk memberiku kado itu? Tapi ini bener2 kejutan. Dan setelah capek ketawa, saya mikirin alasan kalian. Hmmm…bener juga ya. Sebenernya saya butuh benda ini, tapi terlalu malas untuk membelinya tanpa alasan. Errrr…ya, bahkan terpikir untuk beli pun sebenernya nggak pernah! Uh, kalian…saya ingin melukin kalian berdua, eraaaattt sekali!

eh eh…tar saya pake ya pas Februari di acaranya perempuan cantik ini :p

sendiri

Ultah kemarin, saya berjanji akan memberi hadiah-hadiah kecil buat diri sendiri berupa kesenangan dalam bentuk apapun. Entah jalan2, perawatan ke salon [halah…], makan2, beli baju, kamera, sepatu, buku dan lain-lain, pokoknya yang bikin saya seneng. Saya pengen menikmati semuanya sendirian. Abis sama siapa? Emang ga ada yang tau saya ultah kok 😛 Lagian, apa pentingnya sih orang lain tau? Dan ternyata lagi, saya baru menyadari sesuatu, saya lebih ngetop di dunia maya ketimbang di dunia nyata tempat saya berpijak sekarang. Kesian amat :p

Lanjut! Ya, saya merasa berhak mendapatkan segala kesenangan itu setelah satu tahun ini saya bekerja terlampau keras, sangat keras malah. Tahun ini bener2 penuh perjuangan dan beribu kesedihan. Adaaaa aja kejadian yang akhirnya bener2 menguras tenaga, pikiran, emosi, air mata, semuanya. Tapi ada prestasi hasil kerja keras yang tercipta. Juga hal-hal menyenangkan yang saya lewati bersama dia. Jika tahun lalu kami hanya bertemu dua kali, tahun ini tiga kali kalo ga salah. Sayangnya hubungan dengan beberapa kawan kantor yang semula cukup dekat akhirnya merenggang. Saya memilih menjauh ketimbang memperpanjang deret kesakitan. Saya belum bisa bener2 mendalami ilmu ikhlas.

Lalu, untuk menyenangkan hati, kemarin saya ikut acara piknik kantor. Sebenarnya acara ini dibagi per bagian dengan pilihan acara berbeda. Tapi saya membelot, ikut bagian lain yang kebetulan terdiri dari cowok2 semua. Tak apa2, karena pikniknya sama keluarga. Banyak alasan mengapa saya tak ikut acara piknik di bagian saya. Tapi alasan utama, saya ingin suasana tenang. Berhubung acara kelompok yang saya ikuti memang acara mancing bareng, lumayan damailah saya. Dan sepulang dari sana, kami lanjutkan menjenguk temen yang abis operasi. Acara ini jelas ga ada di kelompok lain :p ya iyalah…

Pulang piknik saya masih sempet ngelanjutin kerjaan supaya besoknya ga kepikiran lagi. Akhirnya mandi malem2 ditambah kecapean mancing sehari penuh, sakitlah hasilnya. Badan saya panas dan ga bisa ikutan bertamu ke rumah bos2 yang merayakan natal. Tapi semangat menyenangkan diri sendiri masih kuat banget. Saya pun maksain diri ke mall. Tapi dimana2 penuh manusia, sampe saya berpikir apa mereka juga ingin menyenangkan diri sendiri hari ini? Jangan2 ultahnya samaan pula :p. Ga kuat bersaing dengan manusia lain, akhirnya gagal beli2, gagal pula ke salon manapun karena antreannya panjang!

Saya memilih pulang ke rumah, luluran sendiri, lalu beres2 kamar. Maksud hati ingin menyenangkan diri sendiri, ternyata malemnya sakitnya malah makin parah. Tengah malam, jam 1 saya nelpon dia biar ditemenin. Doh, sedihnya kalo sendirian gini. Ultah sendiri, nyari kado sendiri, ngasih kado sendiri, sakit pula! Hahaha….sedih banget yak [lho, sedih kok hahaha?]. Jadi, kapan seneng2nya ???

ultah dan resolusi

Resolusi tahun ini: Mendapat pekerjaan baru.

 

yup, cukup satu, harus konsentrasi ke sana aja. ga perlu banyak2 karena pengalaman membuktikan, banyak resolusi malah ga tercapai semuanya. kalo resolusi ini tercapai, ikutannya banyak. so…itulah, satu aja *repetitif! pentung*

oh iya lupa…met pagi semuanya. terima kasih banget buat kalian yang mengingatku hari ini. buat adik2 di rumah pelangi, buat nona ini [yang rukun yaaa], buat pak Tua yang udah nelpon pagi2 [saya akan senyum terus hari ini, besok baru marah2 lagi], buat pak hakim yang mulia [lupa alamatnya bos :p], buat simbok [ma kasih ucapannya di plurk], buat dian [hei, ultah tahun lalu, kau menemaniku pagi2 ke bandara ya? ma kasih] dan semuanya deh. Yang udah duluan sama kadonya, Mbak May dan Dinda, ma kasih bangeeettt.

ma kasih spesialnya? ya pastilah buat my luv…sukses buat hari ini dan besok yaaa, jangan panik, yakin bisa, saya mendoakanmu.

tak lupa, terima kasih Tuhan atas segala limpahan rezeki-Mu, kasih sayang-Mu dan segala nikmat pemberian-Mu. Ampuni hamba yang pengeluh dan ga tau terima kasih ini…

emang harus selalu diingatkan dengan kalimat: nikmat yang mana lagi yang kau ingkari, yati? :p

 

*ga ada tulisan basi mendayu2 hari ini, entah kenapa, saya ga bisa*

beku

Berdiam di sini, membayangkan sebuah ruang besar. Ruang pameran, seperti yang pernah kumasuki setahun lalu. Waktu itu, persis saat ini. Sepi sekali, meski di sekeliling begitu riuh. Dari kaca jendela yang super lebar, titik-titik hujan membasahi halaman. Tempiasnya menerpa jendela.

Tapi ada sepasang manusia nekat di depan sana. Mereka duduk di pelataran. Memunggungi jalan. Saling berpegangan tangan. Si lelaki sesekali merengkuh kepala si perempuan, melindunginya dari jarum-jarum air. Tersungging senyum malu-malu di bibir perempuan itu. Meski melihatnya dari jauh, kuyakin wajahnya hangat dan sedikit merah.

Hujan usai. Ruang pameran makin sepi. Dua anak manusia di depan sana masih asyik berbincang entah apa. Dan rongga dalam dada ini makin menganga lebar.

Kamu kemana?‘ Suara dalam kepalaku berteriak
Tak ada jawaban.

Kenapa tak menemaniku bicara?‘ Suara dalam kepalaku terdengar menuntut.
Kamu yang meminta‘ Kali ini ada jawaban. Sengit.

Kenapa tak berusaha mengerti bahwa diamku karena ingin kau dekati, kau sentuh, agar sepiku pergi?‘ Suara dalam kepalaku mulai bergetar. Mungkin sebentar lagi menangis.
Suara yang tadi, bungkam. Helaan nafasnya pun tak terdengar.

Kamu kemana?‘ Suara dalam kepala itu lirih. Melemah.
Tetap tak ada jawaban.

Dunia di sekitarku membeku. Dua anak manusia di depan sana sedang berangkulan. Gontai, aku melangkah pulang.

tentang roda

tiga hari belakangan, rasanya sumpek sekali. saya akhirnya berpikir ulang tentang roda. apa benar roda bisa berputar? kok rasanya di bawah terus? dan hari ini menjadi puncak kemarahan. skalian saja dikeluarkan di hadapan si tuan. setelahnya, tanpa sengaja saya curhat pada mantan bos yang udah dipindahin. banyak kata menyejukkan, banyak petuah, dan paling penting, rasanya lebih plong bisa berbagi isi kepala.

kalimat yang paling melekat yang saya ingat adalah:
membuat orang lain senang, susahnya cuma sedikit. tapi membuat orang lain susah, senangnya cuma sedikit
selarik saja, tapi pasti bukan hal mudah untuk dilakoni.

katanya lagi,
hidup ini anggap saja bercanda. suatu ketika permainan akan ganti. ada musimnya. sama seperti musim tamiya, musim anthurium, musim puting beliung, jangan khawatir, TUHAN TIDAK TIDUR

saya sempat membantah. saya bilang, saya memang belum tahu banyak tentang hidup. tapi sekarang saya capek. saya ingin jadi orang biasa saja. dan beliau bilang: bercandalah selagi bisa. caranya gampang: gak usah kesana kemari, gak usah ngegrip sana ngegrup sini, jadi penonton yang baik, jadi pendengar yang baik. pokoknya bekerjalah sebaik2nya. bekerja secara baik akan menghasilkan pribadi yang baik. tapi baiknya normal2 aja, jangan terlalu baik. pribadi yang baik akan diterima di tempat yang baik. itu rumusnya, biar gak sakit hati

akan saya coba. semoga bisa.

jangan takut

kita adalah dua buku yang berhadapan
meski tertutup, kita bisa saling membaca
kita adalah tali temali tak terpisahkan
meski berjarak, kita terikat kata

jangan lagi ragukan rasaku
di hatiku kau punya tempat khusus
jangan takutkan ocehanku
namamu abadi takkan terhapus