surat lama

sepi membawaku pada surat-surat lama kita kekasih…
isinya melulu tentang bagaimana aku selalu menyakitimu, menambahi bebanmu, melarutkanmu dalam setiap kesedihanku, dan segala hal yang seharusnya tak pantas kulakukan pada orang yang selalu kukasihi sepertimu.
ku yang tak pernah bisa menempatkan diri dengan bijak pada kondisimu
ku yang tak selalu ada di setiap kesulitanmu
hanya maaf, maaf, tak berkesudahan yang bisa kuucap… semoga persediaan maafmu masih banyak

Iklan

7 thoughts on “surat lama

  1. Juminten berkata:

    😦

    …….

    *speechless*

  2. venus berkata:

    maaf lahir batin? iya, maaf lahir batin ya nyah 😀

  3. mis mj berkata:

    hati sepi.
    selalu berkata pada aku,
    ‘carikan aku suatu rasa,suatu cinta’.

    hati mahu.
    selalu mengarah ngarah aku,
    ‘satukan aku dengan dia,biar terjadi ajaibnya’.

    hati menangis.
    selalu meratap ratap pada aku.
    ‘kenapa kau biarkan aku,sendiri dalam sunyi?’

    sang hati kau perlu mengerti.
    saat aku berjalan di tengah laut manusia,
    aku rasa sepi seakan dalam rimba seorang diri.
    saat mereka disekeliling tersenyum dan ketawa gembira,
    aku tersenyum tanpa rasa.
    meratap tak bersuara.

    sepikah aku atau sepikah engkau?
    yang butuh itu aku atau engkau?
    yang meratap itu aku apa engkau?

    mari aku tuntun engkau seiring langkahnya aku,
    berjalan di pesisir pantai luka,
    mencari satu cinta,
    mendamba satu rasa,
    mencari satu jiwa.

    buka matamu,
    yang sepi itu kita.

    mis mj

  4. pilar berkata:

    persedian maaf masih banyak kok 😀
    numpang liwat heuheue udh lama nggak kesini oii

  5. sapi berkata:

    makanya…ajari aku main biola…

  6. d3n5 berkata:

    salam kenal yah..
    mohon maaf lahir batin

  7. grubik berkata:

    sepi, tak seperti dahulu..,
    itu bunyi tulisan di lumut tembok rumahkua bertahun yang lalu ketika aku masih kecil dan belum begitu peduli dengan apa itu sepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s