tolong…

banyak hal yang terjadi yang tak kau ketahui, sayangku. dan semua kejadian-kejadian itu membuatku takut. aku takut tak kuasa menolak kabar yang datang. aku takut tak kuasa menolak cengkraman tatap mata itu. aku nggak tau sampai kapan aku kuat bertahan. aku nggak tau seberapa jauh akan bisa menghadapi mereka. jadi tolong, jaga rasaku untuk tetap terpaut padamu. jaga hatiku untuk tetap merindu padamu. bantu aku. jangan menjauh. aku butuh kamu.

5 thoughts on “tolong…

  1. puputpuputpuput mengatakan:

    datanglah ke gereja, ke masjid, kuil, pura, atau wihara. kemana pun jika kau rasa Tuhan ‘nongkrong’ disana. lalu curhatlah. Ia akan menolongmu

    *clingak clinguk, ini postingan ttg spiritual kan,mbak?*

  2. Juminten mengatakan:

    I’m here, mbak… I’m here…
    kapanpun kamu butuh… ^_^
    *hehehe… aku jd GR* 😛

  3. merahitam mengatakan:

    You’re not alone, dear. 🙂

  4. Hitam mendung langit terlihat jelas. Angin dingin menerpa lembut pipinya. Semilir datang dengan pesan rahasia: bolehkah hujan tiba tanpa diminta? Bolehkah pelangi pergi tanpa ambisi? Ah, seandainya saja ia bisa membungkus awan. Kan dirawatnya indah sepanjang sisa hidupnya. Bukan dengan arogan. Tidak juga dengan posesif. Tapi dengan peluh cinta dan simpul perhatian. Yang terikat lembut dalam sirkus emosi. Melompat, berlari, terjungkal, dan kemudian berdiri tegap dalam tenda jiwa. Baik dengan riangnya duka maupun getirnya bahagia. Ups, tapi tunggu! Ia ingat sesuatu. Awan adalah awan. Terbang dan melayang sesuka hatinya. Dan terkadang menangis tanpa sebab yang jelas. Tapi kemudian berseri dengan lengkung warna-warni yg melekat di pipi. Urgh, seandainya saja ia punya mantra. Kan dibuatnya awan itu tunduk dan patuh selamanya. Supaya bisa ia bermain dengan sepuas hati. Membawanya kemanapun ia suka. Baik untuk pelipur lara, pencerah mimpi, pun juga untuk redupkan berisiknya dunia. Baik untuk dirinya sendiri dan juga untuk dibagi bersama. Menjadikannya multi fungsi dalam multi dimensi. Menyimpannya hati-hati dalam lembut kain kasih. Hingga saatnya nanti ia bisa melepaskannya pergi. Pada sabana tanpa kasta. Bebas melesat tanpa rupa! Lantang bersuara tanpa rasa!

  5. stey mengatakan:

    komen yang diatasku kok kayak posting??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s