pada

aku mengenangmu dari tatapan dan senyummu
yang tertinggal pada daun pintu
darinya kubelajar bahwa sepi dan pilu
adalah teman sejati sekeping rindu

12 thoughts on “pada

  1. Fitri Mohan mengatakan:

    we are on the same mode, Co 😀
    met puasa ria ya. maap lair batin.

  2. sapi mengatakan:

    kamu menyiksaku dengan perasaan bersalah xD

  3. mayssari mengatakan:

    cie…cie…..
    yang ini daleeeem banget maknanya…..
    saya suka banget

  4. merahitam mengatakan:

    Lagi kangen aku, say? Tenang, kau kan tinggal menyapaku di YM, di plurk atau cukup meninggalkan pesan di no.HP-ku. huhuhuhu…

    Kalau kata gue sih, kangen itu bikin senep.

  5. Toga mengatakan:

    rindu itu seperti gerimis: mempercepat kelam!

  6. dhie mengatakan:

    Izinkan aku menatap matamu dari kejauhan,
    karena itu yang bisa kulakukan. 😉

  7. edisamsuri mengatakan:

    simple, berkesan dan dlam…bagi saya sepi adalah sahabta setiap selain negblog he he he

    slam kenal dari tangerang banten

  8. qizinklaziva mengatakan:

    liriknya sederhana tapi pas banget!

  9. sapi mengatakan:

    “tatapan dan senyummu
    yang tertinggal pada daun pintu”

    dia nabrak daun pintu ?

  10. bisaku mengatakan:

    Walau kadang kerinduan ini …
    Tak selalu kuharap guncangkan hatiku;
    atau membuatku menangis …
    keluarkan prasangka lama …

    Maaf hanya coba menambahkan…

  11. Juminten mengatakan:

    masih dlm suasana rindu ya, mbak? 😦
    doh, kalo lg rindu gitu kita biasanya jd puitis. 😛

  12. stey mengatakan:

    rindu..rindu..rindu..
    tertinggal di batas kota itu..
    *ngga nyambung*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s