surat-5

selamat pagi kekasihku…

surati ini kubuat dalam baluran hujan yang tak berhenti sejak semalam.
aku merindukanmu. tapi ada sesuatu antara kita. yang kutau, sesuatu itu dimulai dari aku. ya, aku dengan segala persoalanku, aku dengan segala kesibukanku, aku dengan segala keletihanku, aku dengan segala keluhanku, aku dengan segala tangisku yang tak reda, aku dengan segala yang membuatmu tak nyaman.
maafkan aku

kekasihku….sedang apa saat ini? ah, kau pasti tengah sibuk seperti kemarin saat di kota berhawa dingin itu. tidakkah terlintas secuil tentang aku dibenakmu saat ini?

aku merindukanmu kekasih.
aku tau mungkin ini saat yang tak tepat. membebanimu dengan tuntutan kerinduan, tuntutan mendengarkanku dengan segala keluh kesah, di saat dirimu juga perlu didengarkan.

tapi aku merindukanmu kekasih. dengan rindu yang sama sejak 606 hari lalu kebersamaan kita. ratusan hari itu tak pernah mengubah indahnya rasaku padamu. memang, seringkali kita menghadapi saat2 begini, saat tak mampu mengendalikan emosi. mungkin karena letih, mungkin karena kata-kata yang keluar dari lidah yang seperti kata lagu, tak pernah bertulang. mungkin juga karena…frustasi pada jarak yang membentang? entahlah. tapi aku tau, kita selalu dan akan selalu kuat menghadapi ini. bukankah ia sudah teruji kekasih? bukan lagi sehari-hari, minggu-minggu, lusinan hari, puluhan hari, tapi ratusan!

aku akan tetap sama, seperti ratusan hari ini. menunggumu di sini. melanjutkan memelihara sesuatu yang ratusan hari ini tetap terjaga di hati.
aku merindukanmu kekasih…

Iklan

11 thoughts on “surat-5

  1. nesia berkata:

    membebanimu dengan tuntutan kerinduan.

    deuh, gimana ya rasanya mendapat ungkapan begini

  2. Juminten berkata:

    mbak yati orangnya kangenan jg, ya?
    sama kayak aku… 😦

  3. novi berkata:

    waduh bisa ya merangkai kata2 indah kayak begini…ajarin dong mbak hehehehe

  4. puputpuputpuput berkata:

    telpon mbak.
    kan pake XL
    ………
    ……
    ….

    ..
    .

  5. mierz berkata:

    “kekasihku….sedang apa saat ini”

    dirumah, tidur, sendiri….
    wekekkeke, kayak iklan..

    lam kenal mba…

  6. sahrudin berkata:

    sama. aku juga merindukanmu.

  7. sapi berkata:

    ini balas dendamnya kok ga enak banget sih….malah bikin guilty feeling…

  8. merahitam berkata:

    Gimana soal bikin surat cinta sebagai hukuman? Jadi kah?

  9. venus berkata:

    kangen itu….anu…halah 😀

  10. stey berkata:

    anuuu..itu…anuuu..itu kok..gw bangetttt…telpon ah telpon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s