bintang

Lalu Bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas malam para pemimpi.
Tapi aku mau terbang. Aku mau menyentuh bintang. Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan aku pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh.

(Cala Ibi, Nukila Amal)

:: udah lama kita ga ngobrol tentang bintang ya? saya kangen sekali, kangen kamu sapiku…

Iklan

7 thoughts on “bintang

  1. sapi berkata:

    tentu saja kita tak pernah ngobrol bintang, bintangnya saja tak nongol dilangit.

    Dibunuh cahaya kota. Rasi belantik yang biasanya setia, sekarang pergi pula. Sesak mungkin dengan polusi kota

  2. Aldi aja berkata:

    Kata Bapak Ku petiki bintang – bintang yang ada,, tapi ingat sisakan buat yang laen (jangan rakus kale) bisa iya atau tidak…

  3. Juminten berkata:

    “sapi”? hihihi… kayaknya aku tau siapa. 😛
    mbak, aku jg kangeeeeennn…!

  4. sapi berkata:

    Lho…kamu kangen aku juga nil ?

  5. merahitam berkata:

    Aku juga kangen padamu… :p

  6. sapi berkata:

    kamu kangen aku juga ?
    weee…kok aku banyak yang ngangenin ya ?

    memang…aku imut sih, susah ya, jadi banyak yang kangen

    *rasakno !

  7. mayssari berkata:

    kamu memang ngangeni hi…hi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s