******

balkoni tepi kanal
lapuk merah permadani
daging tumbuh terus menjulur
melintas angan

balkoni tepi kanal
lapuk arang mengisi ruang
wajah pucat tanpa dasi
melintas kota

balkoni tepi kanal
retak pori memecah waktu
tanganmu terselip antara kedua

balkoni tepi kanal
aku tunggu diujung waktu

= dulu banget, bulan July tahun 2003, seseorang mengirim puisi tanpa judul (dan berharap saya memberinya judul) ini ke imel saya. diposting ulang tanpa maksud apa-apa, kecuali disertai sedikit irisan pedih di sudut hati, ditelan pelan dalam diam =

Iklan

5 thoughts on “******

  1. Manik berkata:

    Bolah tau Judul puisi diatas, mbak..?? 😉

  2. Juminten berkata:

    so, belum dapet judulnya? 😛
    tp yg penting udh paham maknanya, kan?

  3. Koko berkata:

    waduh ini gimana sih…udah jelas judulnya 6 bintang..

  4. gandhi berkata:

    judulnya balkoni ya :p

  5. kampret nyasar! berkata:

    mungkin judulnya: “Balkoni ditengah malam..” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s