petisi

PETISI ANTI ROKOK

Latar Belakang
Kesehatan adalah aset penting semua orang. Maka memelihara kesehatan di lingkungan kerja adalah wajib hukumnya. Namun upaya itu sangat sering tercemari oleh para perokok. Padahal menurut penelitian, setiap 100 persen asap rokok yang dihasilkan seorang perokok, 25 persen masuk ke dalam tubuhnya, sedangkan 75 persen sisanya dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Hal tersebut tentu merupakan bukti yang sangat konkret bahwa asap rokok begitu merugikan semua orang. Asap rokok, seperti telah diketahui semua perokok, dapat memicu kanker payudara, kanker paru-paru, kanker leher rahim, jantung dan berbagai penyakit berat lainnya.

Merokok memang hak semua orang. Tetapi hak setiap orang pula untuk bisa menghirup oksigen yang tidak tercemar oleh asap rokok. Tegasnya, menghirup udara bersih adalah hak asasi setiap orang. Menikmati lingkungan yang bersih dari puntung rokok juga merupakan hak setiap orang. Namun yang terjadi di kantor ini, setiap ruang, yang ber-AC sekalipun, orang bebas merokok dimana-mana, bahkan membuang puntung rokok di sembarang tempat.

Tidak hanya soal kesehatan, perokok juga cenderung merugikan perusahaan. Dengan merokok di sembarang tempat, menimbulkan bau tak sedap yang tentu akan memberatkan pekerjaan petugas kebersihan, menambah pengeluaran perusahaan untuk pengadaan pewangi ruangan, perbaikan AC dan sebagainya. Kebiasaan karyawan ‘menitip’ rokok dalam keadaan menyala di kusen, di pinggir meja, telah menyebabkan kerusakan pada aset kantor. Tanpa sadar, aset yang dibangun dengan modal miliaran rupiah ini juga bisa hilang dalam sekejap karena keteledoran para perokok.

Atas dasar pemikiran itu, kami, khususnya karyawan di bagian redaksi menyatakan:
1. Kepada para perokok untuk menggunakan kecerdasan dan akal budi setiap kali kecanduan rokok. Sebelum menikmati rokok, pastikan di sekitar Anda tidak ada yang akan dirugikan karena racun yang Anda tebarkan.
2. Pilih tempat yang tepat, jangan sampai Anda mengotori ruangan ber AC atau membuat bau dan menyebar racun terhadap perabotan/pakaian/ruangan orang lain.
3. Jangan melecehkan kemanusiaan Anda dengan dalih, sumber penyakit bukan hanya didapat dari asap rokok melainkan juga dari knalpot kendaraan, polusi dan debu jalanan. Apalagi berpikir, Anda hanya berperan sedikit dalam meracuni orang lain dari asap rokok Anda.
4. Sebagai manusia beragama, harusnya Anda malah lebih beradab, menghindari penganiayaan, sadar akan kesehatan, juga lebih berprikemanusiaan.
5. Menuntut bagian PSDM untuk membuat aturan ketat dan sanksi tegas bagi perokok. Selain menyediakan ruang untuk merokok, juga memberlakukan sanksi denda atau surat teguran.
6. Pernyataan ini ditujukan kepada semua pihak, kepada atasan paling atas hingga bawahan paling bawah tanpa terkecuali

JIKA ternyata asap rokok masih bebas memasuki ruang redaksi, ruang rapat dan ruang-ruang ber-AC lainnya, serta tidak ada pihak yang menggubris pernyataan ini, maka kami MENOLAK untuk MENGERJAKAN SELURUH TUGAS dan KEWAJIBAN yang diberikan!!!!

11 thoughts on “petisi

  1. mbakDos mengatakan:

    barusan saya berdiri di depan pintu lift, begitu kebuka langsung bwuusshhh… asap rokok keluar. di dalamnya, hanya ada 3 orang, dan salah satunya ngerokok.

    di dalem lift???

    plis-dong-ah!!!

  2. Juminten mengatakan:

    Setujuuuuu…!!! *pasang sabuk di kepala* (apa coba? :P)
    Papaku jg perokok. Perokok berat malah.
    Tp beliau adalah perokok yg sadar diri.
    Gak pernah ngerokok di tempat ber-AC, apalagi tempat umum.
    Di rumah aja harus mojok dulu baru ngerokok. šŸ˜›

  3. venus mengatakan:

    untunglah kita gak sekantor ya, Co? šŸ˜›

  4. didut mengatakan:

    setujuh!!!

  5. MenoTimika mengatakan:

    JIKA ternyata asap rokok masih bebas memasuki ruang redaksi, ruang rapat dan ruang-ruang ber-AC lainnya, serta tidak ada pihak yang menggubris pernyataan ini, maka kami MENOLAK untuk MENGERJAKAN SELURUH TUGAS dan KEWAJIBAN yang diberikan!!!!

    Emang Berani loe??? Kan udah dari dulu perokok itu selalu begitu….

    di ruanganku dulu ampe di bikinin tulisan gini

    HANYA ANJING YANG BOLEH MEROKOK DISINI.

    tetep aja mreka mrokok sampe hampir berkelahi baru mreka keluar)

  6. gandhi mengatakan:

    mending jgn petisi mbak
    tapi pengumuman

    “1 batang rokok anda saya tukar dengan sebungkus permen pelega tenggorokan”

  7. Silly mengatakan:

    bagus, ikut menggalakkan gerakan stop merokok mbak.

    tak dukung dech, hehehe

  8. merahitam mengatakan:

    Gimana? Gerakan anti merokoknya sudah menunjukkan hasil? Kalau orang-orang itu masih ndablek, dipukul aja pakai panci. Kalau gak,dikasih denda. satu batang rokok = Rp.10ribu. Uangnya kan bisa jadi uang kas untuk makan2 bareng2, kalau banyak, buat jalan2 bareng2. hehehehe

  9. […] Sepertinya petisi kemarin melahirkan sesuatu, … berbuah konflik? Kemarahan besar para petinggi? Plis deh…! […]

  10. sahrudin mengatakan:

    sebelum petisi seperti itu diberlakukan, ada baiknya diawali dengan kebijakan begini:

    “DENGAN INI KAMI TEGASKAN BAHWA SURAT KABAR HARIAN … … … … … … … … TIDAK MENERIMA/MELAYANI PEMASANGAN IKLAN ROKOK, BERAPAPUN NILAINYA, JUGA TIDAK MENERIMA PEMASANGAN IKLAN KEGIATAN/ACARA YANG DI DALAMNYA TERDAPAT HUBUNGAN DENGAN ROKOK/PERUSAHAAN ROKOK, SERTA TIDAK MEMBERITAKAN/MENYELENGGARAKAN KEGIATAN/ACARA APAPUN YANG BERPOTENSI MEGUNTUNGKAN/MEMBAWA NAMA PERUSAHAAN ROKOK!”

    kalau mau idealis, tak bisa setengah-setengah.

  11. Mozza mengatakan:

    Bukankah rokok salah satu pemasukan terbesar u/ negara kita?
    so….
    ga da salahnya dung membuat satu peraturan yang tidak memojokkan seorang perokok.
    Memang, merokok dapat merugikan kesehatan. Kalo sekarang dilarang, knapa ga dari dulu???
    Sedangkan 87% rakyat Indonesia adalah perokok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s