biru

lihat ke dalam sini
tak ada riuh hanya sepi
hatiku yang dulu merah kini biru
terluka memendam rindu

15 thoughts on “biru

  1. eva mengatakan:

    rindu. rindu biru yang berkabar. rindu biru yang mendendam jarak. dan juga waktu *mungkin*

    aarggh.. hati..

    -numpang bersedu sedan,mbak :-(-

  2. Juminten mengatakan:

    lg kangen ya, mbak? sama… 😦
    *tp kangen sm org yg berbeda kayaknya* 😛
    btw, aku baru tau kalo lg rindu itu, hati jd biru. 😐
    *minggat*

  3. gandhi mengatakan:

    wogh hatinya lebam2 biru

    tertonjok rindu yah….

    kasian banget mbak yati, kasih es mbak biar ilang lebam nya

  4. venus mengatakan:

    aku mati rasa.

  5. Toga mengatakan:

    puisi ttg kesunyian, seharusnya emg g panjang2 yak. kata-kata yg berjejal, juga sebuah keriuhan tersendiri.

    @ simbok: mati rasa msh mendingan dari (me)-rasa mati

  6. mayssari mengatakan:

    tentang cinta
    yang tak akan
    pernah ada habisnya
    terbungkus
    rindu
    :hanya
    untukmu

  7. nersys mengatakan:

    pilihan diksi yang menarik. salut

  8. arifrahmanlubis mengatakan:

    salam kenal

    hatiku yang dulu biru kini merah jambu..

  9. zizaw mengatakan:

    hati itu ada yang biru to?

  10. bangpay mengatakan:

    wah pendarahan dalam itu… berobat!!!

    🙂

  11. Dimas mengatakan:

    ah biru… aku suka biru *komen yang menyebalkan, hihi*

  12. putirenobaiak mengatakan:

    ah rindu
    memilu

  13. […] semalam lalu hancur berkeping pagi tadi bersama air dari mata yang lebam sepotong hati kian biru […]

  14. merahitam mengatakan:

    Kemarin sudah tidak biru lagi kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s