pernah

Suatu hari di tahun 2006, aku pernah menorehkan catatan ini:

NB; Nebeng Bentar…
Gw ga pengen jadi perempuan yang mengajarkanmu melawan dan membantah orang tua. Gw ga mau jadi perempuan yang menghalangimu untuk berbakti. Demi ibumu, perempuan yang gw hormati, dan demi bapakmu, lelaki tempatmu mengabdi, gw rela menghilang dari kehidupanmu. Semoga ini melegakanmu. Tak ada yang salah dan tersakiti. Gw rela. Banyak kehidupan di luar sana yang begitu indah dan jauh lebih penting dari sekedar gw!
(one day without him)

Aku menulisnya lagi untuk mengingatkan diriku bahwa aku pernah membentur dinding demikian tebal hingga mendatangkan rasa sakit yang begitu pekat.
Seharusnya tak ada tangisan lagi. Toh sampai kiamat pun, permohonan untuk memilih kebangsaan saat dilahirkan tak akan pernah terkabul.

Iklan

11 thoughts on “pernah

  1. merahitam berkata:

    Everything ok, dear?

  2. eva berkata:

    eewww, hampir dua tahun berlalu dari tulisan ini, mbak.. tapi sakit yang pekatnya kok tetap berasa sangat?

    semoga semuanya baikbaik saja mbak…

  3. mayssari berkata:

    Kita belajar dari pengalaman,
    dear…
    Everything will be just fine….

    sok atuh, purnamanya, dipinjam berkali-kali juga tak mengapa…

    You’ll be fine…
    as long as u keep ur spirit free…

    Just as you are..

  4. Mbah Sangkil berkata:

    mau kupinjemin palu atau drill untuk menghajar dinding tebal itu?

    atau dinding tebal itu sengaja di biarkan berdiri sebagai pengingat bahwa masih ada sesuatu yg harus dihadapi?

  5. Silly berkata:

    Ya, sometimes kita emang perlu mengingat kejadian yg lalu2 sebagai pembelajaran untuk kita melangkah ladi besok2…

    *tsaahhh… sok bijak dech gue… 🙂

  6. sucikeren berkata:

    apakah kejadian waktu itu keulang lagi sekarang?

  7. crushdew berkata:

    seharusnya menjadi pijakan untuk sekarang atau esok kan mbak….namun nyatanya teori tak pernah bermaen ketika emosi berkuasa.

  8. SiMunGiL berkata:

    Hope you’re doing just fine, now 🙂

  9. sari azis berkata:

    aduh, jeng. Ga nyangka atimu terluka soalnya penampilanmu ga menunjukkan luka. Hahahha. lagian ga usah mumet mikirin seseorang wong byk org yg gentayangan (asal bkn psiko yg doyan mutilasi korban aja deh) yg bs memberi rasa sayang tnpa kompensasi selain dicintai dg sepenuh ati. Cieee. jgn membenturkan tembok atit tau! hihihihi.

  10. […] Kemarin gw dan seorang kawan lama kembali berhubungan setelah dua tahun putus kontak sama sekali. Dia konsen dengan buku keduanya dan […]

  11. ariwwok berkata:

    anjriiit.. gw speechless..

    tetap semangat menoreh yaaa.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s