semakin

laci meja saya selalu terbagi tiga bagian. satu untuk dokumen, isinya kertas melulu. tempatnya di laci paling bawah. laci kedua berisi peralatan mandi dan makan. laci ketiga atau teratas berisi lagi-lagi dokumen, kertas2 penting berukuran kecil, alat tulis, alat rekam, pendeknya, alat kerja.

dua hari ini, laci kedua saya selalu penuh. saya mandi di kantor. tapi hari ini nggak lagi. kemarin handuk yang saya jemur di luar dekat kamar mandi, hilang, atau mungkin terbang, atau entah. semalam saat ingat handuk itu saya buru-buru keluar ke tempat jemuran untuk mengambilnya. tapi saya tak menemukannya dimana pun. sudahlah.

yang jelas saya sekarang makin terlatih mencari kesalahan pada orang lain. saat tak menemukan handuk saya, maka yang bisa disalahkan adalah mas-mas cleaning service. ya, mereka salah karena mereka tak ada untuk ditanyai. mereka juga seharusnya mengambilkannya untuk saya saat handuk itu sudah kering. atau kalo handuk itu terbang dan jatuh, mereka seharusnya menemukannya, membersihkannya dan mengembalikannya pada saya.

tak peduli sesungguhnya itu kesalahan saya karena seharusnya beberapa jam setelah mandi, saya sudah mengambilnya lagi sebelum malam tiba. tak peduli yang seharusnya bertanggungjawab atas barang itu adalah saya sendiri. tak peduli seharusnya saya yang berusaha mencarinya dan bukan mengeluh pada teman yang tak tau apa-apa. tak peduli seharusnya saya tak usah memikirkannya lagi karena handuk lain masih banyak.
Lihat, saya semakin jahat dan bodoh

Iklan