diam, atau…?

hal-hal yang bikin sedih dan mendatangkan penyesalan itu…

– meminta maaf [ada atau tanpa kesalahan] dengan tulus sebagai penghargaan kepada yang lebih tua tapi dikira basa-basi
– dianggap salah karena tidak menginformasikan suatu hal padahal kita sendiri baru mengetahui informasi tersebut [sama-sama ga tau nih sebenernya]
– dianggap pengkhianat padahal dengan tulus kita menyayangi teman kita hanya saja tidak diungkapkan langsung padanya [soalnya bisa digosipin lesbong kalo kebetulan temen kita perempuan. atau dibilang naksir kalo dia laki]
– dikira ngincer posisi tertentu saat kita berargumen dengan atasan, padahal maksudnya hanya ingin menjelaskan dan meluruskan suatu hal agar tetap berada pada jalur [yang dianggap] benar [dan ini boleh dibantah selama ada bukti]
– dianggap setuju saat diam saja padahal kita diam karena sudah muak dengan keadaan. karena saat menjelaskan keyakinan kita, justru konsekuensinya adalah seperti empat poin di atas.

saat seperti ini, apakah DIAM memang pilihan yang tepat?

Iklan

8 thoughts on “diam, atau…?

  1. mbah sangkil berkata:

    kalo benar kenapa musti diam? utarakan saja, urusan nanti efeknya menyakitkan.. ya terserah berikutnya mau diem atau terus berbicara hihiihihihi

  2. venus berkata:

    diem bentar. kalo emosi semua orang (terutama ELU) udah mulai turun, baru deh ngomong.

    gimana, nyah?

  3. Juminten berkata:

    yak, setuju sama mbok venus. 😀
    gpp diam dulu utk mendinginkan suasana.

  4. merahitam berkata:

    setuju sama simbok dan jumi 🙂

  5. kang4roo berkata:


    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

  6. puput berkata:

    aduhhhh saya pernah di posisi poin {- dianggap salah karena tidak menginformasikan suatu hal padahal kita sendiri baru mengetahui informasi tersebut}, dan saya diam padahal sang boss merendahkan martabat dan harga diri saya
    :((

    *ini nggak menjawab pertanyaan mb yati ding ya 😀 *

  7. Toga berkata:

    Kuekekekeke… Semua poin itu bersumber pada “kekeliruan” yg sama: Kok mau-maunya tergantung pada anggapan orang.

    Kamu itu kamu. Lakukan apa yg mau kamu lakukan, hindari yg membuatmu alergi, muntahkan apa yg membuatmu mual, “masukkan” yg membuatmu nyaman, dst.

    Lama ngga kemari, perempuan api kok makin keilangan baranya!

  8. stey berkata:

    kadang diem emang perlu mbak, tapi kalo bisa kita harus menjlentrekkan kebenaran..duh, bahasanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s