dinding

“ah, saya benci
seperti mendahului kehendak tuhan
tapi bagaimana pun kondisi itu harus disiapkan”

Terima kasih, my dear. Obrolan panjang tadi, sungguh melegakan. Membuat kita terbebas dari ruang gelap. Meski di depan sana masih ada dinding tebal yang harus kita lewati. Tak mengapa. Asal bersamamu, takkan ada jalan terjal. Meski harus menunggu di ujung waktu, tangan kita takkan saling melepas jalinan. Hati kita takkan usai mengingat janji yang sudah terucap.

Iklan

8 thoughts on “dinding

  1. stey berkata:

    undangannya jangan lupa mbak..:D

  2. ika berkata:

    romantis mbak,,keyeen πŸ˜€

  3. gandhi berkata:

    sep… ini yg saya suka dari mbak yati

    tetap semangat dan optimis

    nunggu undangan hari H nya aja deh

    *salam saya buat matahari

  4. sapi modar berkata:

    matahari lagi bikin telor mata sapi mbah…

    btw kok ini pada undangan semua yah ?

    undangan apa toh ?

    makan-makaaan

  5. suci berkata:

    how sweet πŸ™‚ semangat!

  6. gagahput3ra berkata:

    Jadi kapan nih dan di gedung mana?

    Jangan yang terjal2 ya tangganya, bisa sesek napas gw πŸ™‚

  7. […] “Kau tidak menyakitiku, sayangku. Aku hanya sedang kacau. Aku takut pada benturan di dinding itu, yang meski tipis, bisa saja melukaiku. Padahal sudah kuimpikan tentang kelahiran anak-anak […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s