bisa bisa…

Hari itu, jumat, kalo ga salah. Saya tiba di meja kantor menjelang sore. Gerimis sempat membasahi rambutku dalam perjalanan ke kantor. Saat mulai menyalakan komputer, ada sesuatu yang mengganjal di bawah keyboard. Owh, sebuah majalah, baru. Kubaca sampul depannya, hmm…rasanya familiar. Tapi siapa yang menyimpannya di sini, dan untuk apa?

Sesaat saya telah asik bekerja. Saat blogwalking, saya teringat kembali pada majalah yang kini ada di pangkuan saya. Akhirnya kubuka majalah itu. Dari halaman belakang, seperti kebiasaanku selama ini. Apa ini, ya? Terbitan mana? Kenapa harus dikirim buat saya? Ah, bosen, ga menarik. Saat berniat menutupnya, tiba2 selintas tulisan nama rubrik di salah satu sudut halamn rasanya kukenali.

Kubuka tergesa. Owh, ada gambar teman saya, yang selalu tak sempat kuabadikan di blog ini meski telah berjanji akan membuat postingan profil orang-orang yang berkesan dalam hidup saya. Kubuka sekali lagi, ada satu foto besar. Dan…ada namaku di sana, di atas judul artikelnya. Juga di akhir tulisan. Tapi saya kecewa. Sangat kecewa. Ini hasil karya saya bersama salah satu kawan lain. Tapi kenapa nama dia nggak ada di sana dan justru digantikan nama orang lain? Sama sekali tidak menghargai karya cipta. Tidak dalam bentuk nama, apalagi nominal. Kasian. Celakanya, bisa-bisa saya yang disebut pengkhianat.
eh, baru saja saya diberitahu, honornya udah dikirim. tapi…. ah… tauk ah

Iklan

13 thoughts on “bisa bisa…

  1. stey berkata:

    hemm..kadang kita emang susah menghargai hasil karya orang lain, gimana kalo honornya dibagi dua aja?sama saya?
    *ditampar*

  2. Juminten berkata:

    loh, kok bisa begitu mbak?
    emang ribet seh kalo udh masalah karya cipta.
    apalagi masalah honor! 😛

  3. kabarihari berkata:

    hihihi..bener tuh komen #1
    tapi sekarang ngga cuma dibagi dua, kan nambah saya? :mrgreen:

  4. Ndoro Seten berkata:

    Yo udah…
    mendhing honornya dibagi rata, termasuk dengan temen yang namanya tidak dicantumken
    paling tidak itu masih jauh lebih baik….

    kepripun?

  5. mbahsangkil berkata:

    hmm…

    jadi ingat kasusnya merk baju Lacoste

  6. merahitam berkata:

    Ya udah, daripada pusing-pusing, mendingan buat gue aja. Bisa buat uang saku pergi ke yogya. 😀

    Jeng, gak coba komplain ke majalahnya?

  7. dewi berkata:

    komplen aja. yang penting suarakan hati nurani. masalah output nya gimana, pikirin nanti. 😀

  8. bebex berkata:

    wiiiiw
    rejeki mba 😀
    embat sudaaaah

  9. MenoTimika berkata:

    Yang Penting honornya 😀 kalo nga mau wat gw aja mayan wat tambah2 bli kado 🙂

    Perkara bajak membajak ato tak menghargai karya cipta Indonesia emang jagonya.

  10. bazzbeto berkata:

    lho kok bisa begitu??
    hayooo, minta diralat dunk, kan aco menghargai karya cipta 🙂

  11. crushdew berkata:

    misuh mbak…kuwi njaluk dipisuhi…

  12. nelayan berkata:

    ini kok pada minta dibagi duit, sih :jengkel:

    minta sapi aja ma yati :hihihi:

    pasti gak bakalan dikasih :wakakakakakakaka:

    :ngacir_lagi:

  13. puputpuputpuput berkata:

    saya td komen kok error?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s