maukah kau…?

Lihat kan, semalem? Saya melakukan kebodohan yang sama lagi. Menangis tanpa sebab jelas. Tapi hanya di dekatmu saya bisa menangis. Dekat orang lain, ga akan, saya malu. Oh, bukan, bukan tanpa sebab saya menangis. Saya tau kamu ga sengaja menanyakan itu. Juga tak ada maksud menyebutku suka brantem karena ini [:p emang kamu ga nyebut gitu kan? hehehe, maap]

Ga tau kenapa, tiba2 saja airmata menganak-sungai. Bagian mana dari hatiku yang tersentuh dengan pertanyaan itu? Saya juga ga tau, bahkan ga ngerti. Mungkin bagian yang suka sedih, mungkin bagian yang suka tersinggung, mungkin bagian yang suka sakit, atau bahkan mungkin bagian yang sedang senang? Saya bener2 ga tau.

Lalu sisi lain hatiku berkata, saya kelewatan telah membuatmu kebingungan dengan tangis tak jelasku. Dan kenapa saya harus menangis saat bersamamu? Kenapa tak kutumpahkan saja semuanya ketika diingatkan dengan cara ini? Dan kau masih saja menganggapku tak jahat dan tak bodoh. Kau masih saja memberiku kalimat bijak meski tangisku telah mendominasi ceritamu tentang mereka yang digusur dari rumahnya oleh orang2 berseragam itu –sebuah hal yang jauh lebih penting dibicarakan, dibandingkan tangis tak jelasku–?

Maaf, kau terlalu baik. Tak seharusnya kuajak kau menangis untuk sebuah kenangan yang kualami sendirian. Tak seharusnya kuajak kau berduka untuk hal-hal yang seharusnya kuselesaikan sendiri.
Kau selalu baik. Maukah kau tetap menjadi mimpi indahku?

Iklan

9 thoughts on “maukah kau…?

  1. merahitam berkata:

    Ia indah karena kita mencintainya, atau kita mencintainya karena ia indah?

  2. venus berkata:

    ga komen, takut lo malah nangis lagi :p

  3. nelayan berkata:

    jah! dasar cewek…..nangis mulu ;p

    berlayar, co’…berlayar! tinggalkan dunia ini, tinggalkan dunia maya……
    tinggal di dunia saia? ouw, kalo mo tinggal di dunia saia mah, harus bayar sewa, taiyye……

    wakakakakakakakakakakaka………… :ngacir:

  4. mbahsangkil berkata:

    duh si mbak ini…
    jgn sedih terus mbak, tangisan gak akan merubah bahkan mengakhiri semuanya. Coba untuk lebih tegar ya mbak..

    *Kliwon ikut baca lho mbak…. *

  5. pink berkata:

    hayo hayo, semangat! jangan nangis terus!

  6. Budi Rahardjo berkata:

    kenapa sih cewek sering nangis?
    iya, sering bikin bingung.

  7. MenoTimika berkata:

    :-O

    Tampang kayak Sogi Extravaganza bisa nangis juga Yat??

    Nga kebayang deh kalo lo nangis kayak apa 😀

  8. sapi berkata:

    Wuakakakakaka =))

    maap….ga nahan sama komentar om miskan

    weks..kalian bedua jangan berantem gara2 komentar sapi gila ini yaaa :p

  9. stey berkata:

    saya sebenernya paling males nangis, tapi..kemaren itu saya juga bener2 butuh nangis, bedanya bener2 sendiri, dan meraung,,hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s