cerita-ulang

Kangen. Saya kangeeen sekali. Kangen, kangen, kangen. Pagi tadi tak ada sms yang membangunkanku. Tak ada sms yang mengingatkanku sarapan. Mengobati kangenku, kubuka imel2 lama. Dan saya menemukanmu di sana.

Saya menemukanmu dalam ujud kabut, yang tengah berbaring di pangkuanku. Katamu, kau letih. Perjalananmu menyeberangi lautan, terbang di atas Laut Jawa, lalu memasuki garis pantai pulauku, hanya dibantu tiupan angin. Sungguh menguras tenaga.

Tidur, tidurlah sayangku. Pejamkan matamu. Istrahatkan jiwa dan ragamu. Akan kusenandungkan lagu cinta kita. Lalu kukisahkan sebuah dongeng tentang negeri indah tanpa korupsi, tanpa kekerasan. Tidur, tidurlah sayangku.

* kamu kenal kata2 ini, say? iya, saya menceritakan ulang, buat latihan :p

Iklan

9 thoughts on “cerita-ulang

  1. Mbilung berkata:

    asiiiiik, topik cerita sebelum tidurnya bikin ngantuk.

  2. Mbah Sangkil berkata:

    wah… berat emang pasangan pujangga iki, kalo dibukukan puisinya udah bisa di rilis tuh hehehehe. Ya..ya… puisi memang salah satu cara untuk mengatakan perasaan kita kepada seseorang

    *menatap langit, dan berucap “oh indahnya hidup ini”*

  3. venus berkata:

    iya. bikin ngantuk :p

  4. yati berkata:

    @bapak dan ibu TUA: baguslah šŸ˜› berarti saya ga usah mendongeng dia udah tidur duluan. iiihhh…kenapa sih dua orang ini?

  5. puputpuputpuput berkata:

    oh GOD, she always in love with him
    šŸ™‚

  6. stey berkata:

    kangen yang setiap saat, berarti kecanduan ya mbak?sama..saya sedang sakau kangen..

  7. dewi berkata:

    ughh… mesraaa….
    rindu itu seperti kesakitan yang nikmat. ya khan jeung??

  8. sapi in love berkata:

    And so does he put,..and so does he..

    hmm..grammarnya salah ya put? kok kedengaran janggal ?

  9. merahitam berkata:

    Aku tahu rasanya jeng…Rasanya dunia berhenti berputar. Waktu berjalan begitu lambat dan berat. Dan tak ada yang lebih penting selain mengingat sosoknya serta menantikan serpihan kabarnya. Saat kita mendengar nama yang sama diucapkan oleh orang lain, rasanya jantung berhenti berdetak.

    Tapi nikmatilah rasa itu, jeng…ketika kita tak bisa lagi merasa kangen, hidup kita sudah selesai!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s