artis-seleb

Artis atau selebriti kini lebih dihormati ketimbang guru, dokter, arsitek, dll. Kemana2 akan lebih diperhatikan, diprioritaskan. Kata2nya didengerin meski yang berbusa2 keluar dari mulutnya sekedar air liur. Omongannya diperhatiin meski sebenernya dikeluarkan tanpa diolah di kepala karena di kepalanya memang tak berisi alat untuk mengolah. Kelakuannya? Naujubillah! Yang salah dibilang bener, yang bener dibilang kampungan! Golongan ini, akan lebih cocok dengan sesamanya, pejabat. Pemimpin dungu yang ga punya otak dan perasaan.
Marah? Iya! Saya sedang marah pada sosok bertajuk selebritis yang ga jelas ke-seleb-annya itu!

Iklan

16 thoughts on “artis-seleb

  1. dewi berkata:

    hahahha… masalahnya, sekarang ini virus seleb makin menjarah ranah blog, jadi hati2 saja, siapkan dada yang lebih lapang.. semoga setelah jadi seleb blog maish punya alat di kepala untuk mengolah data. yukkkss

  2. andi bagus berkata:

    anti seleb ya..tapi seleb kan juga manusia,masyarakat juga spt kita..

  3. stey berkata:

    sabar mbak..sabar ya? namanya juga seleb, apa2 maunya diduluin..kekeke..btw, puisinya sudah sukses saya borong..kemaren ngubek2 blog ini dari pertama. Nanti menuju ke bergerak..yuk mbak..

  4. crushdew berkata:

    hahaha..artis? ga ada yang laen ya… bukannya lebih hebat membicarakan yang laen..

  5. puput berkata:

    iya, ah mau jadi bangsa macam apa kita ini..

  6. tehaha berkata:

    selebritis..??
    ada yang bisa dijadiin panutan ada yang nggak..!!
    pi, biasanya yang pilihan kedua sekarang jadi bahan makanan wajib media kita..
    entahlah….

  7. dewi berkata:

    to puput : bangsa yang mayoritas penduduknya (merasa) artis / seleb.. hahaha

  8. yati berkata:

    @ andi bagus: kalo semua alasannya “anu juga manusia”, saya ga heran kalo negeri ini menjadi seperti kata pakar: negri halal bi halal…

    @ crushdew: bukan ga tau banyak hal hebat yang bisa ditulis. saya bicara seleb alasannya cuma satu, lagi marah!

  9. Toga Nainggolan berkata:

    selebriti – orang-orang yang berpesta – menjadi begitu terkenal di sini, justru karena sebagian besar anak negeri berada dalam kungkungan kemiskinan. menonton mereka, dengan segala kemewahannya, seakan menjadi pelarian bagi awam yang dihimpit realita kehidupan yang pahit.

    jadi, kalau ada yang sedang mencari contoh dari ironi, inilah dia, bahwa justru orang miskinlah yang memberi kehidupan bagi selebriti yang – meminjam istilah juragan blog – di kepalanya memang tak berisi alat untuk mengolah apapun.

  10. nelayan berkata:

    gak nyoba bercermin, co?

    lo juga kan seleb hihihi…….

    “Yang salah dibilang bener, yang bener dibilang kampungan! Golongan ini, akan lebih cocok dengan sesamanya, pejabat. Pemimpin dungu yang ga punya otak dan perasaan”

    lha, yang di bergerak kan lo juga sering kagak pake perasaan kalo nulis. membenci…memaki…dan mengumpat seenaknya seolah gak ada orang yang bener dan becus di negeri ini…(siapapun pemimpinnya gw yakin bakalan tetep lo maki2 :P)

    coba kalo lo yang jadi presiden or menteri, gw yakin bakal ada juga yang bikin blog maki2 lo hihihi….

    tapi itulah yang bikin gw dan mungkin banyak orang lain suka membaca tulisan2 lo 🙂 soalnya, setidaknya, lo dah wakilin ‘kebencian’ yang sama yang ada dalam diri kami masing2 dan ‘juga’ tak berperasaan tersebut 🙂

    obatnya? ya pasang cermin besar di kamar lalu ngaca! apa iya setelah maki2 gw jadi lebih ‘bener’ dari yang gw umpat itu 🙂

    makanya,
    mending jadi nelayan……:)

  11. eva berkata:

    duh mbak, artis seleb ato apapun.. mbuh ah.. maunya baikbaik aja dalam bersilaturahmi
    *wink*

    kirakira hari minggu bisa ketemuan ga yah?
    *tuink*

  12. merahitam berkata:

    Haduh…Sabar bu…sabar…

  13. merahitam berkata:

    Btw, makiannya kurang galak tuh. Hihihihi…

  14. meiy berkata:

    aku paling jarang nonton tv apalagi seleb2an, soale suka mual liat mereka, adakah yg biasa2 saja?

    yat, kok suka nonton juga…??? *kabuuur….*

  15. Juminten berkata:

    ah, para selebriti itu…
    ga lebih dr bahan cercaan bagi saya di salah 1 blog saya. 😛
    kenapa ya, semakin terkenalnya seseorang… semakin mereka terkesan sulit menjaga sikap?

  16. Rima berkata:

    duh jangan seleb. government officials aja sama, makan dari hasil keringat orang kecil, tapi isi kepalanya sama udang, banyakan udang manfaatnya.. at least udang masih enak dimakan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s