Pertemuan dengan Keluarga Blogger

Sesaat setelah duduk di sofa ruang tengah rumah keluarga Mas Mbilung, saya mendengar langkah kaki menuruni anak tangga. Saya menoleh.

“Hai…” sapanya. Perempuan itu adalah istri Mas Mbilung, Mbak Jeni namanya. Dia mengenakan kaos putih dan celana pendek bergaris-garis. Rambut sebahunya yang telah memutih, tak rapi.

Saya berdiri menyambut pelukan dan ciuman pipinya. “Akhirnya kita ketemu juga ya,” katanya lagi. Setelah itu dia berlalu ke kamar kecil.

“Baru bangun tuh, Co,” kata Mas Mbilung. ‘Co’ adalah singkatan dari Aco, panggilan akrab beberapa blogger pada saya.

Lewat blog dan chating, saya mengenal keluarga ini sejak tahun lalu. Pertama dengan Mas Mbilung yang ketika itu masih bekerja di Bird Life Internasional dan ditempatkan di Jepang. Setelahnya saya dikenalkan dengan Mbak Jeni dan dua anaknya, Adri dan Ghilman, yang tinggal di Bogor. Kecuali dengan Mas Mbilung, ini pertemuan pertama saya dengan mereka.

“Iya nih, gw ga mau lagi ah, ikut kopdar kayak tadi malam. Capek,” kata Mbak Jeni yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Asik lagi, bisa kumpul-kumpul gitu,” sanggah Mas Mbilung.

“Asik pas ngumpul-ngumpulnya doang. Besoknya gw kayak melayang-layang, ngantuk banget,” jawab Mbak Jeni lagi sambil mengupas mangga di meja makan, tepat di belakang saya.

Mas Mbilung yang bernama asli Rudyanto ini menceritakan, tadi malam mereka kopdar hingga jam empat di bundaran hotel Indonesia. Kopdar atau kopi darat adalah istilah untuk pertemuan para penggiat dunia maya, termasuk para blogger. Saat berkumpul setiap Jumat malam, tak ada topik khusus yang dibicarakan. Mereka biasanya hanya berkenalan dan ngobrol santai.

“Gila juga ya, masa sih biaya pembuatan website pariwisata Indonesia bisa sampai 17 miliar?” kata Mas Mbilung sambil mencomot seiris mangga dari mangkuk di depan saya.

“Sebagian buat maintenance kali,” Mbak Jeni menimpali.

“Iya ya, Mas. Buat biaya apa aja sih segitu banyak? Saya liat lagi rame dibahas di blog,” kata saya.

“Iya, nggak masuk akal. Barusan saya liat, masa sih, Candi Prambanan ada di Aceh? Ngaco banget tuh yang bikin. Mungkin salah input, tapi itu fatal banget. Menyesatkan.” Kami tertawa mendengar ucapan Mas Mbilung.

Berselang beberapa detik, terdengar suara pintu dibuka. Ghilman berjalan ke arah saya sambil mengucek-ngucek matanya. Dia lalu menepuk-nepuk kedua pundak saya, “Halo, Tante Yati,” katanya.

Saya agak kaget sekaligus terharu dengan perlakuannya. Terkesan seperti orang dewasa. Tapi terasa akrab. Padahal kami baru sekali ini bertatapan muka secara langsung. Saya pun lalu balas menepuk bahunya. “Harusnya saya kali yang gini-giniin Ghilman,” kata saya.

“Iya nih, sok dewasa,” Mas Mbilung menimpali. Ghilman seperti tak mendengar komentar tentang dirinya. Dia lalu duduk di pangkuan bapaknya. Hanya sebentar. Setelah itu dia mendekati ibunya. “Bu, boleh main ya bu?” Mbak Jeni mengangguk, Ghilman lalu mencium pipinya. “I love you, Ibu.”

Ghilman lalu meraih stik play station di samping televisi dan siap memainkan game guitar hero kegemarannya.

“Kok main PS sih? Bukannya cuci muka dulu?” Tanya saya.

“Kan libur, tante, jadi boleh main game,” katanya sambil tetap melihat ke arah televisi.

“Tante, aku udah tau caranya biar tante cepet dapet pacar. Diiklankan aja di koran politik.”

“Hahaha….kok gitu? Saya kan udah punya pacar.”

“Siapa namanya?”

“Tanya aja sama bapak.”

Dia menghentikan permainannya. “Ah, nggak asik. Gini aja, kalau aku berhasil nebak nama pacar tante, aku boleh posting di blog yaaa…” pintanya. Saya geli dengan omongan Ghilman. Ternyata gayanya tak berbeda dengan saat kami chating. *

*) cerita ini terjadi pada Sabtu (15/12). versinya mungkin agak beda dengan cerita Ghilman, tapi beginilah memori saya bekerja :p

Iklan

7 thoughts on “Pertemuan dengan Keluarga Blogger

  1. merahitam berkata:

    Yati, kalau aku bisa nebak ada apa antara kamu dan *****, boleh diposting di blog ku juga nggak? Eh, tapi harusnya komen ini bukan buatmu ya. Hehehehe…

    *nyengir jahil*

  2. satubintang berkata:

    salam kenal,
    sepertinya seru ya kopi darat…
    kapan-kapan boleh ikutan ga ya ?

    *harapharapcemas:D*

  3. yati berkata:

    @ dian: mmmm….boleh deh *sambil lirik2 ***** (siapa sih ini?) hahaha…

  4. venus berkata:

    oooo…jadi kopdar itu singkatan dari kopi darat ya, nyah? minum kopi di daratan? 😀

  5. daengrusle' berkata:

    Yati
    ada PR untukmu…segera lihat soalnya di blog ku…hehehe..
    PR nya mudah kok.

  6. Ihwan berkata:

    wah ada juga ni keluarga blogger? btw ada yang besanan gk tuh…

  7. […] dari Menado. Ini kali kedua dia mampir ke Balikpapan. Sebelumnya, dia mampir ke sini pas gw lagi bersama keluarga Mbilung. Kalo ga maksain bangun, masa gw ga ketemu lagi sih? Tapi gw masih nawar, “Va, gw […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s