Hari tersepi

Rabu, 12 Desember 2007. Mungkin hari tersepi dalam hidup gw. Gw sampe mikir, mungkin itu hari terakhir gw menghirup udara, yang sayangnya, penuh polusi. Itu makanya gw menampik ajakan temen2 nonton Jiffest, padahal jauh2 gw udah ngerencanain mo nonton. Gw kangen pengen pulang secepatnya, tapi belum tahu kantor Garuda dimana. Udah hari ketiga gw ga tidur.
Akhirnya gw memilih diam di kamar kost, gw memilih mati tertikam sepi daripada harus mati di jalanan Jakarta.
Kamis pagi, gw punya nama baru dari dua kawan baik gw selama di sini, Nyonya Meneer dan Martha: si pemikir. Iyah, gw si pemikir yang tetep bodoh walopun udah terlalu banyak mikir.

7 thoughts on “Hari tersepi

  1. venus mengatakan:

    astagaaaa…

    sini sini, co. jalan sm gw aja yuk…yah jadi merasa bersalah deh gw 😦

  2. didut mengatakan:

    gelapkan kamar & pejamkan mata

  3. nelayan mengatakan:

    begh!…

    dah dijakarta pulak, kau hehehe…….

    kapan berlayarnya? kok gak kuliat kau di lautan?

    stay or *angon sapi* lagi, neng???

    wekekekekekekekekeke……….. :ngacir:

  4. antarpulau mengatakan:

    Iyah, gw si pemikir yang tetep bodoh walopun udah terlalu banyak mikir.

    ———-
    semakin banyak kita mikir, semakin kita merasa kebodohan kita…
    Itu hal lumrah…
    So, jgn sedih ya Martha sayang…. eh, salah… Ny. Menir….

  5. aisy mengatakan:

    kacian b9t ce lo….

  6. Lukman Nulhakim mengatakan:

    kalau butuh tumpangan mampir aja
    rumahku di kolong jembatan semanggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s