Perumahan Bernama Cyber Land

Sejak 10 tahun lalu, saya termimpi2 untuk tinggal di sana, di perumahan bernama Cyber Land. Sepertinya sangat indah. Kehidupan berjalan dinamis. Setiap detik bertemu kawan baru, tetangga baru. Saya memulai mimpi saya dengan tinggal dipinggiran perkotaan yang masih kumuh. Rela tak jajan seharian demi pergaulan di MIRC. Lalu pindah ke YM, daerah yang lebih dekat ke perumahan Cyber Land.

Dari sana, jaringan saya semakin kuat. Di beberapa komunitas, saya didaulat menjadi sungai, selat dan laut, yang akan menghubungkan gunung, pantai dan pulau. Maka saya harus eksis di ranah ini. Dan suatu hari, bertemulah saya dengan orang gila yang kegilaannya berbeda dengan orang gila lainnya. Dia bukan hanya orang kiri yang gemar memaki, tapi juga memiliki lahan yang luas di ranah yang bakal menjadi perumahan impian saya itu.

Pertemanan dengannya berlanjut dalam kata tanpa rupa. Suatu hari di tahun 2003, dia menghadiahi saya sebuah kapling, lengkap dengan sebuah bangunan sederhana di atasnya. Tak besar tapi membuatku leluasa jungkir balik di dalamnya, berteriak dan memaki sepertinya. Di sana, di ranah gratis dalam kompleks perumahan Cyber Land itu, saya mulai menata hidup. Menanam tulisan di halaman untuk dinikmati tetamu yang berkunjung.

Sejak itu, perkawanan makin meluas. Tahun 2005, saya mulai berkenalan dengan tetangga yang ternyata banyak dari mereka adalah teman2 saya di ranah yang lain. Kenalan yang benar2 baru juga banyak. Selain jarak rumah yang kian dekat, hati kami pun kian erat. Bahkan lebih erat dibanding saudara2 kandung saya di ranah yang lain. Sebenarnya tak ada yang beda berrumah di Cyber Land atau di ranah lain, ada pesta, ada konflik, ada ketulusan, ada amarah, ada cinta, ada rindu, ada air mata. Semuanya, sama lengkapnya.

Kelengkapan itu membuat saya makin kaya. Saya pun membangun rumah lain di Cyber Land. Saat lelah memaki, saya akan memilih tinggal sejenak di rumah ini untuk bersenandung. Atau di saat yang lain saya juga bermimpi membangun rumah untuk perempuan, agar saya si perempuan api itu tak selalu terbakar amarah sendirian saat berkeluh kesah tentang perempuan.

Tapi kelengkapan di Cyber Land ini juga yang lalu membuat saya makin jauh, jauh dari semuanya, termasuk para tetangga saya (tapi makin dekat dengan lelaki itu). Kadang2 saya hanya sempat menengok mereka dari jendela yang kebetulan terbuka, memastikan mereka ada di rumah, sehat dan semoga bahagia, lalu saya menutup jendela lagi, menikmati dunia saya sendiri.

Hingga beberapa minggu lalu, saya menyadari setelah lama tinggal di Cyber Land, saya jadi autis. Lalu esoknya seorang kawan membangunkan saya. Katanya saya terlalu lama hidup dalam mimpi. Saya terlalu jauh terlibat….padahal ranah lain sedemikian luas untuk dinikmati. Dan ini hanya Cyber Land. Hanya….? Benarkah ini, hanya…?

* ditulis setelah simbok mengirimiku surat. lebaran udah lewat, tapi maafkanlah, Mbok, perempuan api ini emang sering sekali berlaku bodoh dan kekanakan :d
** yup, ini memang sangaaaaat personal, hanya simbok dan saya yang tau. Catatan lagi: tidak sedahsyat, separah, dan se-se-se-mengerikan yang Anda pikirkan. Ini hanya soal perempuan api.

Iklan

18 thoughts on “Perumahan Bernama Cyber Land

  1. venus berkata:

    wahahaha….tau detik effect, kan? ndorokakung effect? venus effect? kekekeke…

  2. venus berkata:

    tambahin dikit, nyah.

    ini bukan cuma tentang perempuan api, tapi juga tetangganya, perempuan di planet merah.

    terimakasih :p

  3. venus berkata:

    dan, ah…lelaki itu….lelaki pujaan hati kita berdua (atau bertiga???) 😀

  4. stey berkata:

    weeekkksss…ada apa ini?

  5. yati berkata:

    hahaha….perempuan api dan perempuan di planet merah bertemu, efeknya ya sama2 mudah terbakar :p

  6. merahitam berkata:

    baca tulisan simbok dan Yati, jadi bingung. Ada apa dengan simbok dan yati?

  7. didut berkata:

    hmmm..ikutbingungdotcom

  8. nelayan berkata:

    hmm…
    tak usah bingunglah kalian…

    mereka hanya bicara tentang pertemuan perempuan-perempuan……..yang bernama,

    arisan!

    wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk….. :ngacir:

  9. puput berkata:

    dan ga ada seorang pun yang ngasih tau saya…

    *salah fokus pangkal pandai*

  10. telmark berkata:

    mangkanya jgn suka main api.
    (Oot…)

  11. leksa berkata:

    ndak ngerti..
    masih kecil…

    🙂

  12. aswaja berkata:

    Salam semua…
    mau nyebarin virus TBC neh…
    Wassalam wr wb

  13. mayssari berkata:

    senangnya mengenalmu

  14. sapiterbang berkata:

    *salah fokus pangkal pandai*

    puput..puput…kamu dan celetukanmu :))

    love u banged pud !

  15. syafriadi berkata:

    ya memang hanya, tetapi…

  16. kalo sedang pake jilbab jangan sok modern. malu dilihat orang.

  17. antobilang berkata:

    whalah, ratu adil makin edan. 😆

  18. venus berkata:

    lhoh, ada yg bawa2 jilbab?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s