dihapus aja?

Sebenernya, blog ini salah konsep. Dari judul sampe kategori, haduh, sok sastra semua. Lihat aja kategorinya; penoreh pelangi, awan kecil, terbakar amarah sendirian, angin lalu, ah, pokoknya ga ada yang nyambung! Sok sastra! Untungnya saya bukan seleb, sehingga saya ga terlalu khawatir orang- orang kecewa dengan isi blog saya yang jauh(kan) api dari pom bensin (biar ga meledak).  –GARING! yang bener: jauh api dari panggang– Maksudnya, judulnya terliat keren (setidaknya menurut gw yang sok nyastra padahal katro ini), ternyata isinya nipu, ga nyambung dan ga bisa dipahami (karena ini memang surat2 pribadi, yang cuma bisa dipahami oleh saya sendiri dan kekasih tersayang saya –I Luv U!–, yang kadang2 juga masih nanya: maksudnya apa sih? hahaha!)

Seharusnya, kategorinya misalnya: sok sastra, bukan cerita bukan berita, sok tau, postingan nyontek….atau, apalah, omongan ga jelas! Tapi blog ini terlanjur lahir dari rahim nyolot yang sok sastra, jadi biarkan aja seperti ini, sampai suatu hari saya pindah ke dotnet, dotcom, webdotid, (serius amat, gratisan aja ga penuh2), Amin!, mungkin saya akan pake kategori nyolot seperti contoh barusan. Atau, kalo nggak, blog tak berguna ini saya tutup begitu saja.

Lalu ada yang tanya: kalo ini kumpulan surat pribadi, lalu kenapa dipublish? Jawabnya, ya karena kekasih yang dituju juga berada di ranah ini, ranah maya! Kenapa ga ngirim via imel aja? Yaa… [bingung]…yaaa, biar kamu gampang nyari bahan contekan! Kalo blog ini ga mutu, ga berguna, sebaiknya memang dihapus saja toh? Mmmm…. [hampir nangis] kalo rakyat menghendaki saya lengser, saya siap! Eh? Maksud saya…kalo suara2 itu semakin banyak, iya, akan segera saya tutup. Ga ada gunanya! Dan untuk menghindari banyaknya distorsi, apa tidak sebaiknya kamu juga berhenti comment di blog lain? Mmmm…[sumpah, mo nangis]…iya deh, diusahain! Saya jadi miss no comment aja!

NB1: kesimpulan dari sebuah obrolan gila tengah malam biar dianggap diskusi seru dan cerdas
NB2: baru posting karena kesadaran itu baru muncul bahwa saya ini bukan siapa-siapa

Iklan

9 thoughts on “dihapus aja?

  1. puput berkata:

    ahh…ehmmm…hufff…
    sudah lah..

    *melangkah pergi dengan kekacauan hati*

  2. mata berkata:

    apaan sih jeung….
    biar aja sok nyastra yang penting tetep nulis. tapi saya menilai kamu kelihatan paham betul soal sastra kok jeung. bener itu….

  3. jejakkakiku berkata:

    you and your own world,
    its you that control it, k dear?

    🙂

  4. venus berkata:

    paan sih lo? arghhhhh…..

  5. merahitam berkata:

    Aduh…
    *garuk-garuk*

    penting-gak penting itu bukannya masalah subyektifitas? buatku penting, belum tentu buatmu. Buatku gak penting, belum tentu juga buatmu. Yang jelas, aku setuju sama tulisannya simbok di blognya itu, kalau menulis bisa menyehatkan jiwa. Teruslah menulis. Penting-gak penting, urusan belakangan.

    Sok bijak ya. tapi ini serius.

  6. soeltra berkata:

    (ngangguk2*mode on) SPAKAAAAAAAATTTTT dgn merahitam (milanisti yak?), mnulis itu obat (buat sy sih bangeett!), selebihnya org mo sk ato nggak, ya ga masalaaaaaaaaahhh… jd inget diskusi2 kcil ma seorg kawan, komen itu akibat, bkn tujuan. hehehe….(nyambung gak ya???) :p

    salam…

  7. Toga! berkata:

    senior tutup, junior juga tutup. matilah kita semua! ini serius!

  8. toh…

    kita semua ini ‘sok hidup, sok manusia, sok khalifah’

    jadi semua ‘sok’ sah aja khan?

    (teruslah mengalir, angin)

  9. trie berkata:

    apa ??? dihapus???
    hehh…jangannnn !!!!!!
    wis tah non, gak usah ngurusi omongan orang *siapa sih ?*
    aku yakin, yang “cinta” kamu lebih banyak daripada yang sirik, percaya deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s