jenazah

Beberapa kali saya dirawat di rumah sakit, selalu saja ada tetangga entah tetangga kamar entah tetangga tempat tidur yang meninggal. Dan saya selalu melihat prosesi itu…, penderita yang sedang sakratul maut, keluarga yang menangis bahkan melolong pedih, petugas rumah sakit yang tergopoh2 berusaha “menyelamatkan”, lalu suara kereta mayat didorong melalui koridor rumah sakit yang lengang, suara2 pintu ruang mayat, lalu raungan mobil jenazah berlalu, membelah malam. Semuanya seperti film horor paling serem yang pernah gw tonton. Bikin trauma dan selalu bikin saya berjanji sepenuh hati untuk ga pernah sakit lagi!

Lalu semalem, adegan mirip terulang. Kali ini saya berada di atas mobil jenazah. Belum, belum sebagai mayat. Saya duduk di depan, disamping pak kusir eh sopir yang sedang menyetir. Saya agak deg- degan, ga suka adegan ini, tapi harus saya lakoni, karena teman saya yang tertimpa musibah mungkin sedang panik atau gimana, jadi saya dan teman lain mengusahakan mobil jenazah untuk menjemput mayat suaminya di rumah sakit.

Memasuki pelataran rumah sakit, saya makin deg2an. Mobil melesat ke halaman belakang yang gelap dan berliku (sumpah, ini beneran, makin horor ga?). “Untung lampunya dinyalain, biasanya di sini gelap dan saya mesti nungguin lama karena keluarga masih ngurus administrasi,” kata Pak Sopir yang sepertinya bisa membaca wajah khawatir saya. Tapi saya ga menjawab apa2, agak kaget dengan seekor tikus yang melintas hampir terinjak mobil.

Pas depan ruang jenazah, rupanya sudah ada mobil jenazah lain yang menjemput. Mayat suami teman saya udah mau dimasukin dalam mobil. Saya mendatanginya, memeluknya. “Maaf, saya udah pesen mobil duluan, ga enak dibatalin,” katanya. “Gapapa, ga masalah,” kataku. Akhirnya mobil jenazah yang kutumpangi dipakai buat ngangkut barang2 dari RS ke rumah temen gw. Ah, kenapa tangan gw baru gemetar sekarang? Ya Tuhan… menyaksikan mayat yang terbujur tadi… 😦 Saya lalu ngirim sms ke dia; Plis, jangan pernah nyentuh rokok ya sayang…! Pulang ke kantor, saya juga mengingatkan semua temen, plis, berhentilah kalian, jangan ngerokok lagi yaa…plis… cukup satu kehilangan karena benda laknat itu!
* eh, ya…satu catatan yang baru terpikir: Hingga dua tahun pernikahannya, temen saya tak dikaruniai anak, ternyata inilah rencana Tuhan

Iklan

3 thoughts on “jenazah

  1. puput berkata:

    jadi? karena rokok?

    *piss, sori td saya juga lg tdk oke

  2. venus berkata:

    jatahnya emang segitu kali, co. kalo dibilang rokok ngurangin umur, gw ga percaya. btw, ikut berdukacita buat tmn lo 😦

  3. langit berkata:

    turut berduka cita sedalam-dalamnya,semoga temennya diberi ketabahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s