kejam

ga ada habisnya
semakin membakar
menyisakan perih
apakah rindu sedemikian kejam
menghujam rasa?

Iklan

5 thoughts on “kejam

  1. Mbilung berkata:

    tereak-tereak mulu … datengin!!!

  2. venus berkata:

    beraninya marah2 di blog!! bosen!!!

  3. Kana berkata:

    hueheuhehehe…. ayo loooo diomelin… ayooo datengin aja kalo gituuuuu :-*

  4. trie berkata:

    waduhh….ekspresi rindu mu, non…
    apa memang begitu ya, ahh..ngeri jadinya, hehehe…

  5. Klimen berkata:

    Rindu adl buah cinta,bagai simalakama d makn paht,g d makn d dpan mta.hanya ktemu obatnya,dtang & curahkn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s